Komisaris, Direksi dan Karyawan Mitratel Borong 23.841.500 Lembar Saham MTEL
Jakarta, 16 Desember 2022. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menyampaikan bahwa Komisaris, Direksi, dan karyawan MTEL melaksanakan hak opsi pada program Management and Employee Stock Ownership Plan(MESOP) tahap I sejumlah 23.841.500 lembar saham. Harga pembelian saham MESOP MTEL tahap I tersebut adalah Rp720 per lembar saham.
Program MESOP MTEL didasarkan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2019 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Sedangkan penetapan harga didasarkan pada Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00101/BEI/12-2021 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.
Pelaksanaan program MESOP MTEL tahap I telah dilakukan pada tanggal 1 November 2022 sampai dengan 12 Desember 2022 dengan persetujuan pra-pencatatan saham tambahan dalam rangka pelaksanaan MESOP MTEL tahap I pada tanggal 18 Februari 2022.
Pelaksanaan program MESOP MTEL tahap I ini tidak menimbulkan dampak dilusi yang material kepada pemegang saham atas kepemilikan saham dalam perseroan. Total jumlah saham MESOP MTEL tahap I yang dieksekusi oleh manajemen dan karyawan adalah sebesar 0,028% dari total jumlah saham.
Antusiasme manajemen dan karyawan MTEL dalam Program MESOP ini merupakan bentuk kepercayaan kepada perusahaan. “Keberhasilan program ini merupakan bentuk nyata dari kepercayaan, rasa memiliki dan optimisme terhadap keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. Kami memiliki fundamental bisnis yang kuat dan sejumlah program untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Selain penambahan tower baru yang disertai program peningkatan tenancy ratio, kami juga memperkuat pembangunan ekosistem bisnis tower, seperti menyediakan connectivity berkapasitas tinggi melalui penggelaran fiber optic dan layanan satelit, serta penyediaan daya (power to tower)” ungkap Theodorus Ardi Hartoko selaku Direktur Utama.
Mitratel Serahkan Bantuan Untuk Korban Gempa Cianjur
Cianjur, 8 Desember 2022. PT. Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel melalui Program Mitratel Berbagi menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak Gempa Cianjur.
Penyerahan bantuan disampaikan langsung oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Dayamitra Telekomunikasi, Tbk. Ian Sigit Kurniawan dan diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Budhi Rahayu Toyib, S.Sos, MM di Pendopo Kantor Bupati Cianjur.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Budhi Rahayu Toyib, S.Sos, MM mengapresiasi bantuan Mitratel Berbagi dapat bermanfaat untuk masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Cianjur mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Mitratel yang telah memberikan empati dan terpenting adalah doa terhadap masyarakat Cianjur yang sedang terkena gempa dengan memberikan bantuan dana tunai sejumlah Rp100 juta”, ujarnya.
“Semoga Mitratel semakin jaya, berkembang, dan terus memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia”, tambahnya.
Ian Sigit Kurniawan selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mitratel juga menyampaikan harapannya, agar bantuan yang diberikan ini dapat membantu meringankan beban para warga yang terdampak di Kabupaten Cianjur.
“Mitratel adalah sebagai perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi yang dalam kegiatan bisnisnya banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dalam kesempatan ini Kami menyampaikan rasa turut berduka cita dan berbelasungkawa atas musibah gempa bumi yang melanda Cianjur dan sekitarnya”, ujar Ian.
Selain itu, di hari yang sama Ian juga menyerahkan bantuan kepada beberapa orang karyawan setempat yang juga menjadi korban gempa Cianjur sebagai wujud solidaritas dan empati para Mitratelians dan perusahaan.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya mewakili Management Mitratel dan seluruh Mitratelians menyampaikan rasa belasungkawa, sekaligus menyampaikan donasi keluarga besar karyawan Mitratel kepada karyawan yang terdampak gempa Cianjur,” kata Ian.
Pertemuan ditutup dengan harapan agar bantuan Mitratel yang diserahkan dapat bermanfaat dan semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan warga yang terdampak serta masyarakat Cianjur dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.
Mitratel Menuju Digital Infrastructure Company, Jalin Kerjasama Riset dengan Universitas Telkom
Jakarta, 2 Desember 2022 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk., yang biasa dikenal dengan Mitratel, terus berkomitmen mendukung riset dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan digitalisasi infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Untuk mendukung langkah tersebut, Mitratel bekerja sama dengan Telkom University yang diyakini dapat mempercepat perkembangan industri telekomunikasi menuju visi Indonesia 2045.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Mitratel dan Telkom University dilakukan pada tanggal 2 Desember 2022, di sela-sela Sidang Terbuka Senat Wisuda Program Magister, Sarjana, Sarjana Terapan dan Ahli Madya Periode Telkom University 1 Tahun Pelajaran 2022/2023. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Theodorus Ardi Hartoko dan Rektor Telkom University Prof.Dr.Adiwijaya. S.Si., M.Si.
Theodorus Ardi Hartoko atau akrab disapa Teddy mengatakan, penandatanganan kerjasama Mitratel dengan Telkom University merupakan upaya serius Mitratel dalam mengembangkan digitalisasi infrastruktur telekomunikasi dan mendukung sistem pendidikan serta pengembangan riset dan teknologi. Mitratel sebagai penyedia menara terbesar di Asia Tenggara terus berkomitmen untuk berkontribusi terhadap percepatan digitalisasi Indonesia. Saat ini Mitratel memiliki lebih dari 35.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah dimanfaatkan oleh seluruh operator telekomunikasi.
Bentuk kerjasama Mitratel dan Telkom University meliputi penelitian di bidang Design & Prototyping yang meliputi New Smart Pole, Design Pole di IKN, Magnetic Infinity Power Generator, Water Fuel Power Generator, dan Infinity life battery bank. Selain itu juga kerjasama di bidang implementasi seperti aplikasi IoT (pengendalian lingkungan), aplikasi berbasis Edge Computing (layanan smart campus), dan aplikasi material tower non baja.
“Kami berharap kerjasama ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya pada lini bisnis kami, tetapi juga pada sistem pendidikan masa depan digitalisasi industri telekomunikasi di Indonesia,” kata Teddy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Dukungan Mitratel ini disambut positif oleh Rektor Telkom University, Prof Adiwijaya. Dikatakannya, bentuk dukungan yang diberikan Mitratel akan memberikan dampak positif bagi Universitas dengan sistem dan fasilitas, serta sumber daya yang siap dioptimalkan untuk bisnis digital dan industri telekomunikasi.
“Kami menyambut positif kerjasama ini dan yakin kerjasama dengan Universitas ini akan menghasilkan bibit-bibit baru yang unggul dari Telkom University yang dapat mendukung percepatan transformasi digital pada industri telekomunikasi di Indonesia,” ujarnya.
Nota kesepahaman ini untuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan baik bagi Mitratel maupun Telkom University. Dalam menjalankan bisnis infrastruktur, Mitratel sebagai perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi digital memerlukan penelitian untuk meningkatkan produk dan layanan serta mengoptimalkan sumber daya agar dapat terus tumbuh dan berkembang.
Teddy menambahkan, ke depan Mitratel berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia untuk mempercepat peningkatan sumber daya manusia dalam negeri. Hal ini akan berdampak positif terhadap upaya Indonesia dalam mengembangkan sumber daya manusia agar setara dengan negara-negara maju di dunia.”
Dengan semangat sinergi, Mitratel yakin dan berkomitmen mendukung kemajuan sektor pendidikan Indonesia dengan dukungan riset dan pengembangan teknologi,” kata Teddy.
Mitratel Towards a Digital Infrastructure Company, Establishes Research Collaboration with Telkom University
Jakarta, December 2, 2022 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk., commonly known as Mitratel, continues to be committed to supporting research and technology development to increase the digitalization of telecommunications infrastructure in Indonesia. To support the steps referred to, Mitratel is collaborating with Telkom University which is believed to accelerate the development of the telecommunications industry towards the vision of Indonesia 2045.
The signing of a Memorandum of Understanding (MoU) between Mitratel and Telkom University was carried out on December 2, 2022, on the sidelines of the Senate Open Session for the Graduation of Masters, Bachelors, Applied Bachelors and Associate Expert Programs at Telkom University Period 1 of the 2022 Academic Year/2023. Present at the event were the President Director of PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Theodorus Ardi Hartoko and the Chancellor of Telkom University Prof. Dr. Adiwijaya. S.Sc., M.Sc.
Theodorus Ardi Hartoko or familiarly known as Teddy said that the signing of the Mitratel collaboration with Telkom University was a serious effort by Mitratel to develop the digitalization of telecommunications infrastructure and support the education system and research and technology development. Mitratel as the largest tower provider in Southeast Asia continues to be committed to contributing to the acceleration of Indonesia’s digitalization. Currently, Mitratel has more than 35,000 telecommunications towers spread throughout Indonesia and has been utilized by all telecommunications operators.
The form of collaboration between Mitratel and Telkom University includes research in the field of Design & Prototyping which includes New Smart Pole, Design Pole in IKN, Magnetic Infinity Power Generator, Water Fuel Power Generator, and Infinity life battery bank. Apart from that, cooperation in the field of implementation such as IoT applications (environmental control), Edge Computing-based applications (smart campus services), and non-steel tower material applications.
“We hope that this collaboration will have a positive impact not only on our business lines, but also on the future education system for the digitalization of the telecommunications industry in Indonesia,” said Teddy in a written statement in Jakarta.
This support from Mitratel was welcomed positively by the Chancellor of Telkom University, Prof. Adiwijaya. He said that the form of support provided by Mitratel will have a positive impact on the University with systems and facilities, as well as resources that are ready to be optimized for digital business and the telecommunications industry.
“We positively welcome this collaboration and are confident that collaboration with this University will produce new, superior seeds from Telkom University that can support the acceleration of digital transformation in the telecommunications industry in Indonesia,” he said.
This memorandum of understanding is to create mutually beneficial cooperation for both Mitratel and Telkom University. In order to run an infrastructure business, Mitratel as a digital telecommunications infrastructure provider company requires research to improve products and services and optimize resources so that it can continue to grow and develop.
Teddy added, in the future Mitratel is committed to continuing to expand cooperation with universities in Indonesia to accelerate the improvement of domestic human resources. This will have a positive impact on Indonesia’s efforts to develop human resources so that it is on par with developed countries in the world.”
With the spirit of synergy, Mitratel is confident and committed to supporting the progress of the Indonesian education sector with support for research and technology development,” said Teddy.
Officially Entering the Jakarta Islamic Index, MTEL Strengthens its Corporate Governance Commitment and Becomes a Reference for Sharia Mutual Funds
Jakarta, December 1, 2022 – The Indonesian Stock Exchange (BEI) conducted an evaluation of Jakarta Islamic Index (JII) constituents on November 29, 2022. Shares of PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL), commonly known as “Mitratel”, were officially included in the ranks of index constituents, commonly referred to as JII 30. This index comprises the top 30 issuers that adhere to Sharia principles, demonstrating strong fundamental business performance and exemplary governance and liquidity.
Apart from JlI, according to BEI announcement No. Peng-00302/BEI.POP/11-2022, MTEL shares were also listed as a new member of the Indonesian Sharia Stock Index (ISSI) and the Jakarta Islamic Index 70 (JIl 70). BEl stated that the effective tenure for the constituents’ share of JII, ISSI and JII 70 is from December 2022 to May 2023.
Mitratel’s President Director Theodorus Ardi Hartoko, commonly called Teddy, genuinely appreciated the inclusion of MTEL shares as a member of the Sharia Stock Index. According to him, this inclusion signifies the company’s commitment to prioritizing corporate governance in accordance with sharia principles.
“We express our gratitude for BEI’s trust in welcoming MTEL as a new constituent of JII30. We hope that this inclusion can bolster MTEL’s share performance in the future; thereby providing the utmost value for shareholders,” stated Teddy during his statement in Jakarta, Thursday (1/12/2022).
Previously on September 21, IDX also incorporated MTEL shares as a new member of the IDX ESG Leaders index. Apart from that, MTEL shares were previously enlisted in the FTSE Global Index for the Mid-Cap, FTSE All-World, FTSE All-Cap and FTSE Total Cap series. As of June 20, 2022, MTEL stands as the sole stock on the Indonesian stock exchange that falls into these 4 categories.
Teddy underscored the significance of JII, which comprises 30 shares assessed according to Sharia principles, as a benchmark for all Sharia Mutual Funds in Indonesia. Based on data from the Financial Services Authority (OJK), as of October 2022, the value of managed funds from Sharia Mutual Funds in the country reached IDR 40.33 trillion with 271 Sharia Mutual Fund products.
The market share of Sharia Mutual Funds reached 7.78% compared to conventional mutual funds. Additionally, as Sharia investment products show positive prospects in Indonesia, given its status as the largest Muslim population in the world, the prospects for Sharia Mutual Funds seems promising. For this reason, shares that are the underlying Sharia Mutual Fund products, such as MTEL, are also anticipated to have bright prospects.
At the close of trading, Wednesday (11/30/2022), MTEL shares were recorded to have risen 2.07%, reaching IDR 740 per share. Over the past week, MTEL shares were also recorded to have jumped 4.23%. It has only been a year since this subsidiary of PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), which operates within the field of telecommunications infrastructure provision, listed its shares on the IDX on November 22, 2021. However, MTEL has swiftly evolved into the largest tower company (towerco) in Southeast Asia, possessing a remarkable portfolio of 35,051 telecommunications towers.
Until the third quarter of 2022, Mitratel managed to record revenue that rose 11.5%, reaching IDR 5.6 trillion compared to the same period last year, which stood at IDR 5.02 trillion. The company’s business growth has consistently outpaced industry standards. As a result, Mitratel’s profitability significantly rose with Net Profit growing 18.1% compared to last year.
“Mitratel continues to prepare a roadmap towards Digital Infraco for portfolio development that focuses on providing fiber optic/tower fiberization-based infrastructure to cater to the needs of telecommunications operators,” Teddy explained.
Mitratel bersama Telkom University melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Pengembangan dan Riset Teknologi Infrastruktur Telekomunikasi
Jakarta, 2 Desember 2022 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk., yang biasa dikenal dengan Mitratel, terus berkomitmen mendukung riset dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan digitalisasi infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Untuk mendukung langkah tersebut, Mitratel bekerja sama dengan Telkom University yang diyakini dapat mempercepat perkembangan industri telekomunikasi menuju visi Indonesia 2045.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Mitratel dan Telkom University dilakukan pada tanggal 2 Desember 2022, di sela-sela Sidang Terbuka Senat Wisuda Program Magister, Sarjana, Sarjana Terapan dan Ahli Madya Periode Telkom University 1 Tahun Pelajaran 2022/2023. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Theodorus Ardi Hartoko dan Rektor Telkom University Prof.Dr.Adiwijaya. S.Si., M.Si.
Theodorus Ardi Hartoko atau akrab disapa Teddy mengatakan, penandatanganan kerjasama Mitratel dengan Telkom University merupakan upaya serius Mitratel dalam mengembangkan digitalisasi infrastruktur telekomunikasi dan mendukung sistem pendidikan serta pengembangan riset dan teknologi. Mitratel sebagai penyedia menara terbesar di Asia Tenggara terus berkomitmen untuk berkontribusi terhadap percepatan digitalisasi Indonesia. Saat ini Mitratel memiliki lebih dari 35.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah dimanfaatkan oleh seluruh operator telekomunikasi.
Bentuk kerjasama Mitratel dan Telkom University meliputi penelitian di bidang Design & Prototyping yang meliputi New Smart Pole, Design Pole di IKN, Magnetic Infinity Power Generator, Water Fuel Power Generator, dan Infinity life battery bank. Selain itu juga kerjasama di bidang implementasi seperti aplikasi IoT (pengendalian lingkungan), aplikasi berbasis Edge Computing (layanan smart campus), dan aplikasi material tower non baja.
“Kami berharap kerjasama ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya pada lini bisnis kami, tetapi juga pada sistem pendidikan masa depan digitalisasi industri telekomunikasi di Indonesia,” kata Teddy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Dukungan Mitratel ini disambut positif oleh Rektor Telkom University, Prof Adiwijaya. Dikatakannya, bentuk dukungan yang diberikan Mitratel akan memberikan dampak positif bagi Universitas dengan sistem dan fasilitas, serta sumber daya yang siap dioptimalkan untuk bisnis digital dan industri telekomunikasi.
“Kami menyambut positif kerjasama ini dan yakin kerjasama dengan Universitas ini akan menghasilkan bibit-bibit baru yang unggul dari Telkom University yang dapat mendukung percepatan transformasi digital pada industri telekomunikasi di Indonesia,” ujarnya.
Nota kesepahaman ini untuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan baik bagi Mitratel maupun Telkom University. Dalam menjalankan bisnis infrastruktur, Mitratel sebagai perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi digital memerlukan penelitian untuk meningkatkan produk dan layanan serta mengoptimalkan sumber daya agar dapat terus tumbuh dan berkembang.
Teddy menambahkan, ke depan Mitratel berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia untuk mempercepat peningkatan sumber daya manusia dalam negeri. Hal ini akan berdampak positif terhadap upaya Indonesia dalam mengembangkan sumber daya manusia agar setara dengan negara-negara maju di dunia.
“Dengan semangat sinergi, Mitratel yakin dan berkomitmen mendukung kemajuan sektor pendidikan Indonesia dengan dukungan riset dan pengembangan teknologi,” kata Teddy.
Resmi masuk Jakarta Islamic Index, MTEL Kukuhkan Komitmen Tata Kelola Perusahaan dan Menjadi Acuan Reksadana Syariah
Jakarta, 1 Desember 2022 – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi atas penghuni Jakarta Islamic Index (JII) pada 29 November 2022. Saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau “Mitratel” resmi masuk sebagai jajaran penghuni indeks yang juga biasa disebut sebagai JII30. Indeks itu berisikan top 30 emiten yang memenuhi kriteria sebagai perusahaan yang menerapkan prinsip syariah, serta memiliki kinerja fundamental bisnis baik, tata kelola dan likuiditas terbaik.
Selain di JII, dalam pengumuman BEI No. Peng-00302/BEI.POP/11-2022, saham MTEL juga tercatat sebagai penghuni baru Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index 70 (JII 70). BEI menyatakan periode efektif konstituen saham penghuni JII, ISSI dan JII 70 berlaku mulai Desember 2022 hingga Mei 2023.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko atau yang biasa disapa Teddy mengapresiasi sangat baik masuknya saham MTEL jadi penghuni indeks saham syariah sekaligus. Menurut dia, hal itu menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengedepankan tata kelolaan perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
“Kami mengucapkan terimakasih atas kepercayaan BEI dalam memasukkan MTEL jadi penghuni baru JII30. Harapan kami hal ini dapat mendorong kinerja saham MTEL lebih baik lagi di masa mendatang dan memberikan value terbaik bagi pemegang saham,” ujarnya dalam keterangannyaa di Jakarta, Kamis (1/12/2022).
Sebelumnya pada 21 September, BEI juga memasukkan saham MTEL sebagai anggota baru indeks IDX ESG Leaders. Selain itu, saham MTEL sebelumnya juga masuk dalam FTSE Global Indeks untuk series Mid-Cap, FTSE All-World, FTSE All-Cap, dan FTSE Total Cap. MTEL jadi satu-satunya saham dari bursa Indonesia yang masuk ke dalam 4 kategori ini pada 20 Juni 2022.
Teddy mengungkapkan, JII yang beranggotan 30 saham yang dinilai sesuai prinsip syariah, merupakan acuan bagi seluruh reksadana syariah di Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Oktober 2022 nilai dana kelolaan reksadana syariah di Tanah Air mencapai Rp40,33 triliun dengan 271 produk reksadana syariah.
Pangsa pasar reksadana syariah mencapai 7,78% dibandingkan reksadana konvensional. Seiring positifnya prospek produk investasi syariah mempertimbangkan Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi penduduk Muslim terbesar di dunia, maka prospek reksadana syariah akan semakin positif ke depannya. Dengan begitu, saham-saham yang jadi underlying produk reksadana syariah, seperti MTEL juga memiliki prospek cerah.
Pada penutupan perdagangan, Rabu (30/11/2022), saham MTEL tercatat menguat 2,07% di level Rp740 per saham. Sepekan terakhir, saham MTEL juga tercatat melonjak 4,23%. Tercatat baru setahun Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi ini mencatatkan sahamnya di BEI pada 22 November 2021. Namun MTEL telah berkembang menjadi perusahaan tower (towerco) terbesar di Asia Tenggara yang tercatat memiliki 35.051 tower telekomunikasi.
Hingga kuartal III 2022, Mitratel berhasil membukukan pendapatan yang melesat 11,5% menjadi Rp5,6 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,02 triliun. Pertumbuhan bisnis perusahaan tercatat terus konsisten lebih tinggi dari pertumbuhan industri. Hal inilah yang menjadikan profitabilitas Mitratel naik signifikan dengan Laba Bersih tumbuh 18,1% dibandingkan tahun lalu.
“Mitratel terus menyiapkan roadmap menuju Digital Infraco untuk pengembangan portofolio yang berfokus pada penyediaan infrastruktur berbasis fiber optic/tower fiberisation untuk memenuhi kebutuhan para operator telekomunikasi,” Teddy menjelaskan.
Satellite Connectivity: Mitratel Offers the Most Comprehensive Services, Facilitating Operator Expansion
Jakarta, November 30, 2022 – PT Dayamitra Telekomunikasi, Tbk. (MTEL) signed a Cooperation Agreement (PKS) with PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) for Satellite Connectivity Services (Satellite Backhaul). The collaboration of the two subsidiaries of PT Telkom Indonesia, Tbk. (TLKM) strives to leverage the infrastructure and resources owned by each party.
The agreement was carried out by the President Director of Mitratel, Theodorus A. Hartoko, and the President Director of Telkomsat, Lukman Hakim Abd. Rauf, on Thursday, November 24, 2022.
Mitratel, as a telecommunications infrastructure provider, offers comprehensive service solutions (including tower, connectivity, and power-to-tower) for telecommunications operators to expand their networks and services. In addition, this initiative aids the successful distribution of telecommunications networks throughout Indonesia, including rural areas.
In facilitating this connectivity, Mitratel synergizes with Telkomsat, a subsidiary of the TelkomGroup, renowned for its competence and capability in operating, maintaining, and controlling satellite communications systems in Indonesia. Telkomsat possesses earth stations strategically located across all Level I Regional Capitals in Indonesia.
Mitratel’s President Director, Theodorus Ardi Hartoko explained that the agreement is expected to accelerate digital transformation and promote equality programs throughout Indonesia. This satellite connectivity complements Mitratel’s existing portfolio of fiber optic connectivity services. Satellite connectivity will provide a feasible solution for telecommunications operators to expand their service coverage into areas that are out of fiber-optic coverage, particularly those constrained by geographic conditions.
“In line with Mitratel’s vision to become the #1 Digital Infraco, we are committed to supporting nationwide digital transformation by establishing an Information and Communication Technology (ICT) network throughout Indonesia. The service solutions using satellites installed on Mitratel towers will be accessible to all mobile operators in Indonesia without any geographical constraints,” Teddy explained.
The partnership between the two companies includes the provision of towers and satellite communication systems as a connecting network between BTS and telecommunications operator control centers. Apart from that, a joint marketing strategy was established, including the operation and maintenance of satellite equipment.
Meanwhile, the President Director of Telkomsat, Lukman Hakim Abd. Rauf expressed his positive response towards the collaboration between the two companies.
“We welcome this synergy positively. We are confident that the collaboration between the two companies will support government programs in accelerating digital transformation throughout the country,” he explained.
According to Lukman, the collaboration between the two companies will also bolster the Telkom Group’s business, offering a valuable resource for all telecommunications operators to enhance their services and internet access for Indonesian. This involves bundling of telecommunications tower infrastructure with a satellite communications system, potentially covering around 11,000 towers.
“For Mitratel, the collaboration with Telkomsat will reinforce Mitratel’s position as a leading digital infrastructure provider. With the satellite communication system integrated into Mitratel tower, telecommunications operators only need to specify their expansion target locations and Mitratel will provide a comprehensive solution in the form of towers, satellite connectivity, and power-to-tower,” concluded Teddy.
Konektivitas Satelit Menjadikan Layanan Mitratel Terlengkap, Permudah Ekspansi Operator
Jakarta, 30 November 2022 – PT Dayamitra Telekomunikasi, Tbk (MTEL) atau “Mitratel” menandatangani kontrak Perjanjian Kerja Sama (PKS) Jasa Layanan Konektivitas Satelit (Satelit Backhaul) dengan PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat). Sinergi dua anak perusahaan PT Telkom Indonesia, Tbk (TLKM) tersebut direalisasikan dalam bentuk kerja sama pemanfaatan infrastruktur dan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak secara bersama-sama.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Mitratel Theodorus A Hartoko dengan Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd. Rauf pada Kamis, 24 November 2022.
Mitratel sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi menyediakan solusi layanan lengkap (tower, connectivity dan power to tower) bagi para operator telekomunikasi untuk memperluas jaringan dan layananya dalam rangka mendukung keberhasilan pemerataan jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia termasuk area rural.
Dalam kaitannya dengan penyediaan konektivitas tersebut Mitratel bersinergi dengan Telkomsat, anak perusahaan Telkom group yang memiliki kompetensi dan kapabilitas dalam mengoperasikan, memelihara danmengendalikan sistem komunikasi satelit di Indonesia, serta memiliki stasiun bumi yang tersebar di seluruh Ibukota Daerah Tingkat II di Indonesia.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan bahwa perjanjian kerja sama yang ditandatangani diyakini dapat mempercepat program transformasi dan pemerataan digital di seluruh wilayah Indonesia. Konektivitas satelit ini melengkapi portfolio layanan konektivitas serat optik yang telah dimiliki Mitratel. Konektivitas satelit akan memberikan solusi bagi operator telekomunikasi untuk memperluas jangkauan layanan di wilayah yang belum terjangkau serat optik dan terkendala kondisi geografis.
“Sejalan dengan Visi Mitratel menjadi #1 Digital Infraco, Kami mendukung transformasi digital di seluruh tanah air melalui pembangunan jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di seluruh wilayah Indonesia. Solusi layanan dengan menggunakan satelit yang ditempatkan pada tower Mitratel dapat dimanfaatkan oleh seluruh operator seluler di Indonesia tanpa adanya kendala geografis,” Teddy menjelaskan.
Kemitraan kedua perusahaan mencakup penyediaan menara dan sistem komunikasi satelit sebagai jaringan penghubung antara BTS dengan pusat kontrol operator telekomunikasi. Selain itu juga disepakati skema pemasaran bersama, hingga pengoperasian dan pemeliharaan perangkat satelit.
Sementara itu Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd. Rauf menyambut baik kerja sama kedua perusahaan.
“Kami menyambut positif sinergi ini. Kami yakin kolaborasi kedua perusahaan akan mendukung program pemerintah dalam mempercepat transformasi digital di seluruh Tanah Air,” dia menjelaskan.
Menurut Lukman, kerja sama kedua perusahaan juga akan memperkuat bisnis Telkom Group yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh operator telekomunikasi dalam mengembangkan layanan dan akses internet untuk masyarakat Indonesia. Ini akan menjadi bundling infrastruktur menara telekomunikasi dengan sistem komunikasi satelit yang memiliki potensi sekitar 11.000 tower.
“Bagi Mitratel dengan adanya kerjasama dengan Telkomsat akan memperkuat posisi Mitratel untuk bertransformasi menjadi penyedia digital infrastruktur. Dengan adanya sistem komunikasi satelit di tower Mitratel, operator telekomunikasi hanya perlu menunjukkan lokasi yang akan menjadi target perluasannya dan Mitratel mampu memberikan total solusi berupa tower, konektivitas satelit dan power to tower,” pungkas Teddy.
(*)
Satu Tahun Melantai Di Bursa, Mitratel Berhasil Menjadi Yang Terbesar Di Asia Tenggara
Jakarta, 23 November 2022 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau “Mitratel” perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur digital dan telekomuikasi telah genap 1 (satu) tahun melantai di Bursa Efek Indonesia. Mitratel terus menjaga pertumbuhan dan berkembang menjadi perusahaan tower (towerco) terbesar di regional yang adaptif terhadap perubahan.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko atau yang biasa disapa Teddy mengatakan ada empat capaian yang berhasil diraih perseroan dalam masa setahun pasca mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (IPO) pada 22 November 2021. Di antaranya pertama, Mitratel kini menjadi perusahaan tower telekomunikasi independent terbesar di Asia Tenggara dengan 28% saham kepemilikan publik yang memiliki layanan terlengkap.
“Mitratel telah menyiapkan insfrastruktur telekomunikasi, baik itu menara, connectivity (fiber dan satellite) dan power to tower yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memberikan solusi yang terlengkap dan terintegrasi untuk seluruh operator telekomunikasi,” ungkap Teddy di Jakarta, Rabu (23/11/2022).
Menurut Teddy, secara global tren bisnis menara telekomunikasi bergeser dari Towerco menjadi Digital Infraco di masa depan, untuk menyediakan layanan seluler dan menumbuhkan ekosistem digital.
Di Indonesia, Towerco telah bergerak untuk menangkap potensi pertumbuhan penyediaan infrastruktur digital, guna mendorong pertumbuhan bisnis di masa depan. Terutama terkait penyediaan infrastruktur fiber optic untuk mendukung layanan seluler (4G/5G) dan ekosistem digital.
“Mitratel, sebagai bagian dari Telkom Group akan senantiasa mengambil peran dalam menyiapkan roadmap ke Digital Infraco untuk pengembangan portofolio yang berfokus pada penyediaan infrastruktur fiber optic/tower fiberisation,” Teddy menjelaskan.
Kedua, perseroan kini menjadi perusahaan provider menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara dari sisi kepemilikan menara, melalui berbagai pembangunan tower dan aksi korporasi. “Tenancy ratio MTEL 1,44x dan 58% tower di luar Jawa menjadi ruang pertumbuhan dengan perluasan layanan operator seluler ke seluruh Indonesia,” Teddy mengungkapkan.
Hingga kuartal III 2022, Mitratel tercatat total memiliki 35.051 tower telekomunikasi, setelah perseroan sukses mengakuisisi 6.000 tower milik PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) beberapa waktu lalu.
Ketiga, menurut Teddy, Mitratel memiliki leverage rendah dan tanpa eksposur terhadap risiko nilai tukar mata uang asing. Perseroan cukup tangguh terhadap eksposur makro ekonomi dengan catatan net-debt to EBITDA 1,7x, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 100% dan seluruh utang dalam mata uang rupiah.
“Keempat, MTEL juga jadi perusahaan terdepan di industri dengan tingkat investasi yang sangat baik,” ujar Teddy.
Teddy menjelaskan MTEL telah meraih peringkat investment grade yang sangat baik dari PEFINDO yaitu peringkat IdAAA dengan outlook stabil. Saham MTEL juga masuk dalam daftar FTSE Global Equty IDX80, Kompas 100, IDX ESG Leaders dan ISSI Index.
Pada periode Januari – September 2022, MTEL berhasil membukukan pendapatan melesat 11,5% secara tahunan menjadi Rp5,6 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp5,02 triliun. Lonjakan pendapatan itu mendongkrak laba bersih Perusahaan 18,1% menjadi Rp1,22 triliun dibandingkan sebelumnya Rp1,03 triliun.
Teddy menyatakan pertumbuhan perusahaan yang konsisten berhasil mencatatkan EBITDA (earning before interest, taxes, depreciation) meningkat menjadi 15,7%. “EBITDA diharapkan semakin meningkat seiring peningkatan kolokasi, terutama karena luasnya coverage tower di luar Jawa,” ungkap Teddy.
Menurut Teddy, pertumbuhan bisnis perusahaan di periode kuartal I – III 2022 tercatat terus konsisten lebih besar dari pertumbuhan industri. Hal inilah yang menjadikan profitabilitas Mitratel naik lebih signifikan dibandingkan tahun lalu.
Kinerja Terus bertumbuh
Sementara itu Senior Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji memproyeksikan kinerja Mitratel akan terus bertumbuh. Nafan mengatakan pertumbuhan anak usaha Telkom tersebut mulai menampakkan hasil setelah genap setahun melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (23/11/2022).
“MTEL masih mengalami bearish consolidation dalam jangka pendek. MTEL memiliki support pada Rp 680 per lembar saham dan resistance pada Rp 740. Ini analisa teknikal. Bullish consolidation mulai berlaku jika MTEL konsisten bertahan di atas Rp 705. Saat ini di Rp 710,” ujar Nafan.
Meski begitu, Nafan meyakini tren Mitratel akan terus meningkat hingga akhir tahun. Hal ini tak lepas dari sejumlah ekspansi bisnis Mitratel dalam sektor menara. Ia menyebut peningkatan kinerja Mitratel juga ditopang dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang impresif dengan fundamental makro ekonomi domestik yang relatif solid.
“Hal ini bisa menjadi katalis terhadap peningkatan kinerja fundamental top line maupun bottom line dari Mitratel,” lanjutnya.
Nafan mengatakan pertumbuhan ekonomi yang positif mendorong peningkatan kebutuhan layanan konektivitas internet. Tak hanya itu, lanjut Nafan, aksi Mitratel dalam mendukung pengembangan fiber optik juga akan kian meningkatkan kinerja perusahaan di masa mendatang.
“Permintaan konektivitas ke depan pasti mengalami peningkatan dengan pengembangan teknologi yang makin cepat, walaupun kinerja fundamental masih bertolak belakang dengan kinerja harga saham tapi secara teknikal lebih baik kalau konsisten di atas Rp 750,” kata Nafan. (*)








