RUPSLB Setujui Penunjukkan Yusuf Wibisono Sebagai Komisaris Utama Mitratel
Perseroan targetkan tutup tahun 2023 dengan fundamental yang semakin kuat melalui pertumbuhan pendapatan double digit
JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda Persetujuan atas perubahan susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan pada hari ini (01/12). Rapat ini merupakan tindak lanjut atas pengajuan surat pengunduran diri Rico Usthavia Frans dari jabatannya sebagai Komisaris Utama pada 14 September 2023 dan Henry Yosodiningrat dari jabatannya sebagai Komisaris pada 28 November 2023.
Mengacu kepada Ketentuan Pasal 14 ayat (25) butir b Anggaran Dasar Perseroan dan Pasal 27 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik (“POJK 33/2014”), Perseroan wajib menyelenggarakan RUPSLB untuk memutuskan permohonan pengunduran diri Anggota Dewan Komisaris Perseroan dalam jangka waktu paling lambat 90 (sembilan puluh) hari setelah diterimanya surat pengunduran diri Anggota Dewan Komisaris oleh Perseroan yaitu sejak tanggal 14 September 2023.
“Pada RUPSLB hari ini, para pemegang saham telah menyetujui dan menerima permohonan pengunduran diri Rico Usthavia Frans dari posisinya sebagai Komisaris Utama dan Henry Yosodiningrat sebagai Komisaris. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi beliau selama ini,” kata Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko.
Selain menerima pengunduran diri Rico Usthavia Frans dan Henry Yosodiningrat, RUPSLB juga menyetujui dan menetapkan Yusuf Wibisono sebagai Komisaris Utama, Mira Tayyiba sebagai Komisaris, dan Gunawan Susanto sebagai Komisaris Independen.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham atas persetujuan yang diperoleh. Kami meyakini pergantian pengurus ini akan memperkuat posisi perseroan dari sisi tata kelola serta meningkatkan soliditas antara manajemen dan komisaris untuk bersama- sama merealisasikan rencana strategis perusahaan,” tambah Teddy.
Dengan persetujuan RUPSLB, maka komposisi dewan komisaris Mitratel saat ini adalah sebagai berikut:
| Struktur Dewan Komisaris MTEL Yusuf Wibisono | : Komisaris Utama Mitratel |
| Herlan Wijanarko | : Komisaris |
| Mira Tayyiba | : Komisaris |
| Gunawan Susanto | : Komisaris Independen |
| M. Ridwan Rizqi Ramadhani Nasution | : Komisaris Independen |
Fundamental Perseroan Kian Kuat
Kerjasama yang solid antara Direksi dan Dewan Komisaris selama ini berhasil membawa Mitratel menjadi perusahaan TowerCo terbesar di Asia Tenggara dari sisi kepemilikan menara. Tidak hanya itu, Mitratel juga sukses menjadi perusahaan yang konsisten mencetak pertumbuhan laba bersih dengan fundamental yang semakin kuat. Untuk itu, perseroan memproyeksikan kinerja 2023 dengan pertumbuhan pendapatan double digit.
Pada pekan ini, Mitratel baru saja menuntaskan akuisisi 803 menara senilai Rp1,75 triliun dan mengambil alih fiber optik sepanjang 967,1 kilometer senilai Rp85 miliar. Aksi korporasi ini menambah jumlah tenant sebanyak 1.327 penyewa baru dan meningkatkan tenancy ratio perseroan.
Dari 803 menara yang diakuisisi, sebanyak 562 menara atau 70% di antaranya berada di luar Pulau Jawa. Sedangkan 30% sisanya atau sebanyak 241 menara berlokasi di Pulau Jawa. Komposisi tambahan aset ini menegaskan komitmen MTEL untuk menjadi mitra strategis industri operator telekomunikasi dalam menggelar ekspansi ke seluruh negeri.
“Perkuat pangsa pasar di luar Jawa telah menjadi agenda strategis sejumlah perusahaan operator telekomunikasi. Ekspansi tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan internet di berbagai daerah seiring meratanya pertumbuhan ekonomi. Sebagai pemain utama di bisnis ini dan berkesempatan tinggi menjadi penyedia infrastruktur telekomunikasi end-to-end, tentu kami harus berada di garda terdepan dalam membantu ekspansi mereka,” kata Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko.
Dari sisi fundamental, Mitratel membukukan kenaikan pendapatan sebesar 11,9% dari Rp5,6 triliun pada akhir September 2022 menjadi Rp6,3 triliun pada akhir September 2023 (year on year/yoy). EBITDA margin juga membaik dari 78,5% pada September 2022 menjadi 80,6% pada September 2023. Dari total pendapatan Rp6,3 triliun, perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp1,43 triliun. Perolehan laba bersih ini melonjak 16,6% dari periode yang sama tahun lalu.
***
Anda dapat melihat portfolio Mitratel pada halaman berikut:
https://webdev.mitratel.co.id/portfolio-mtel/
Mitratel Acquires 967,1 Km Fiber Optic
JAKARTA – Focused and consistent on being the largest digital infrastructure company (Digital Infraco) in Indonesia, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) or Mitratel has acquired 967,1 Km fiber optic under the ownership of PT Power Telecom with 1,144.7 Km billable length. This new fiber-optic network has strategic value for completing tower business portfolios with a billable ratio of 1.18x. The entire optical network, as the object of this acquisition, is located on Java Island.
To execute this acquisition, the company allocated IDR 85 billion from internal funding. As a side note, the company allocated capital expenditures of IDR 7 trillion this year and had absorbed about 58% of the expenditures until the end of the Q3-2023. That suggests that MTEL possesses sufficient liquidity to fund the expansion of tower and fiber optic until the end of this year.
President Director of Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, conveyed that the acquisition of fiber optic reflected the company’s commitment to expanding the market share while strengthening MTEL’s position as a strategic partner of the telecommunications operator industry in Indonesia. “Our persistence to consolidate tower business, fiber optic, and other services will establish MTEL as the largest Digital Infraco in the Asia Pacific,” stated Teddy, Theodorus’ nickname.
In the Q3-2023 performance report, MTEL recorded proprietorship of 37,091 towers, an increase of 5.8% compared to the same period last year of 35,051 towers. Meanwhile the number of collocations jumped 21% to 18,613 from the previous 15,339 collocations (yoy). Mitratel also succeeded in extending fiber optics from only 5,872 Km to 29,042 Km.
“We believe that the future business landscape of the telecommunications industry will be marked by the divestment of towers and fiber optics owned by the MNO industry. They do this because they want to focus more on product innovation that provides added value and fulfills consumer needs. This change is certainly an opportunity for Mitratel to become a strategic partner and grow with them,” said Teddy.
Teddy explained that the company will continue to expand its assets by acquiring both towers and fiber optic organically and inorganically, including acquiring divested assets from telecommunications operators. Prior to the length increase of the fiber optic at the end of September 2023, MTEL had also successfully acquired numerous towers, the majority of which were located on Sumatra Island.
***
You can see Mitratel’s Portfolio on this page:
https://webdev.mitratel.co.id/portfolio-en/
Mitratel Acquires 803 Towers with 1,327 Tenants
JAKARTA – Focused and consistent on being the largest digital infrastructure company in Indonesia, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) informed that it had acquired 803 towers owned by PT Gametraco Tunggal worth IDR 1.75 trillion. With this acquisition, the number of MTEL tenants increased by 1,327 tenants.
Of the 803 acquired towers, 562 towers or 70% are outside Java Island. Meanwhile, the remaining 30% or 241 towers are located on Java Island. This additional asset composition confirms MTEL’s commitment to becoming a strategic partner for the telecommunications operator industry in expanding throughout the country.
“Expanding market share outside Java has become a strategic agenda for a number of telecommunications operator companies. This expansion is in line with the increasing need for the internet in various regions along with even distribution of economic growth. As the major player in this business and part of a BUMN, we definitely have to be at the forefront in helping their expansion,” said Mitratel President Director Theodorus Ardi Hartoko.
Henceforth, Theodorus Ardi Hartoko continued, the company will continue to add assets, both in towers and fiber optics. Including acquiring divested assets from telecommunications operators. Previously, at the end of September 2023, MTEL had also completed the purchase of towers, the majority were located on Sumatra Island.
“We believe that the future business landscape of the telecommunications industry will be marked by the divestment of towers and fiber optics owned by the MNO industry. They do this because they want to focus more on product innovation that provides added value and fulfills consumer needs. This change is certainly an opportunity for Mitratel to become a strategic partner and grow with them,” said Teddy, Theodorus’ nickname.
In the Q3-2023 performance report, MTEL recorded proprietorship of 37,091 towers, an increase of 5.8% compared to the same period last year of 35,051 towers. Meanwhile the number of collocations jumped 21% to 18,613 from the previous 15,339 collocations (yoy). Mitratel also succeeded in extending fiber optics from only 5,872 Km to 29,042 Km.
Teddy explained that the purchase of 803 towers had strategic value not only because the majority of them were located outside Java. Most importantly, there are an additional 1,372 new tenants who become part of the tower. “Apart from strengthening Mitratel as a tower provider that covers all regions of Indonesia, this acquisition also increases the tenancy ratio,” said Teddy.
***
You can see Mitratel’s Portfolio on this page:
https://webdev.mitratel.co.id/portfolio-en/
Mitratel Akuisisi 803 Menara dengan 1.327 Penyewa
JAKARTA – Fokus dan konsisten menjadi perusahaan infrastruktur digitial terbesar di Indonesia, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menyampaikan informasi telah mengakuisisi sebanyak 803 menara milik PT Gametraco Tunggal senilai Rp1,75 triliun. Dengan akuisisi ini, jumlah tenant MTEL bertambah 1.327 penyewa.
Dari 803 menara yang diakuisisi ini, sebanyak 562 menara atau 70% berada di luar Pulau Jawa. Sedangkan 30% sisanya atau sebanyak 241 menara berlokasi di Pulau Jawa. Komposisi tambahan aset ini menegaskan komitmen MTEL untuk menjadi mitra strategis industri operator telekomunikasi dalam menggelar ekspansi ke seluruh negeri.
“Memperluas pangsa pasar ke luar Pulau Jawa telah menjadi agenda strategis sejumlah perusahaan operator telekomunikasi. Ekspansi tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan internet di berbagai daerah seiring meratanya pertumbuhan ekonomi. Sebagai pemain utama di bisnis ini dan bagian dari BUMN, tentu kami harus berada di garda terdepan dalam membantu ekspansi mereka,” kata Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko.
Atas dasar itu, Theodorus Ardi Hartoko melanjutkan, perseroan akan terus menambah aset, baik berupa menara maupun fiber optik. Termasuk mengakuisisi aset yang dilepas (divestasi) operator telekomunikasi. Sebelumnya, pada akhir September 2023, MTEL juga telah menuntaskan pembelian puluhan menara yang mayoritas berlokasi di Pulau Sumatera.
“Kami meyakini bahwa lanskap bisnis industri telekomunikasi ke depan akan ditandai dengan divestasi menara dan fiber optik milik industri MNO. Mereka melakukan itu karena ingin lebih fokus pada inovasi produk yang memberikan nilai tambah (added value) dan pemenuhan kebutuhan konsumen. Perubahan ini tentu menjadi peluang bagi Mitratel untuk menjadi partner strategis dan tumbuh bersama mereka,” kata Teddy, sapaan akrab Theodorus.
Pada laporan kinerja Kuartal III-2023, MTEL mencatatkan kepemilikan 37.091 menara, bertambah 5,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 35.051 menara. Sementara jumlah kolokasi melonjak 21% menjadi 18.613 dari sebelumnya 15.339 kolokasi (yoy). Mitratel juga berhasil memperpanjang serat optik dari sebelumnya hanya 5.872 Km menjadi 29.042 Km.
Teddy menjelaskan pembelian 803 menara ini bernilai strategis bukan hanya karena posisinya yang mayoritas berada di luar pulau jawa. Yang tidak kalah penting, ada tambahan 1.327 tenant baru yang menjadi bagian dari menara tersebut. “Selain menguatkan Mitratel sebagai tower provider yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia, akuisisi ini juga meningkatkan tenancy ratio,” kata Teddy.
***
Anda dapat melihat portfolio Mitratel pada halaman berikut:
https://webdev.mitratel.co.id/portfolio-mtel/
Mitratel Akuisisi Fiber Optik Sepanjang 967,1 Km
JAKARTA – Fokus dan konsisten menjadi perusahaan infrastruktur digital (Digital Infraco) terbesar di Indonesia, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel melakukan aksi korporasi akuisisi fiber optik milik PT Power Telecom sepanjang 967,1 kilometer dengan 1.144,7 km billable length. Jaringan serat optik anyar ini bernilai strategis karena melengkapi portofolio bisnis tower dengan Billable ratio sebesar 1,18x. Seluruh jaringan optic yang menjadi obyek transaksi ini berada di pulau Jawa.
Untuk menuntaskan transaksi ini, perseroan mengalokasikan anggaran sebesar Rp85 miliar yang bersumber dari dana internal. Catatan saja, perseroan menganggarkan belanja modal Rp7 triliun pada tahun ini dan telah terserap 58% hingga akhir kuartal III-2023. Artinya MTEL memiliki likuiditas yang sangat mencukupi untuk membiayai ekspansi menara dan fiber optik hingga akhir tahun ini.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan akuisisi fiber optik ini merupakan bentuk komitmen perseroan untuk memperbesar pangsa pasar sekaligus meneguhkan posisi MTEL sebagai mitra strategis industri operator telekomunikasi di negeri ini. “Konsistensi kami dalam mengkonsolidasi bisnis menara, fiber optik dan jasa penunjang lainnya, akan membawa MTEL sebagai Digital Infraco terbesar di Asia Pasifik,” kata Teddy, sapaan akrab Theodorus.
Pada laporan kinerja Kuartal III-2023, MTEL mencatatkan kepemilikan 37.091 menara, bertambah 5,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 35.051 menara. Sementara jumlah kolokasi melonjak 21% menjadi 18.613 dari sebelumnya 15.339 kolokasi (yoy). Mitratel juga berhasil memperpanjang serat optik dari sebelumnya hanya 5.872 Km menjadi 29.042 Km.
“Kami meyakini bahwa lanskap bisnis industri telekomunikasi ke depan akan ditandai dengan dilepaskannya aset menara dan fiber optik milik industri MNO. Mereka melakukan itu karena ingin lebih fokus pada inovasi produk yang memberikan nilai tambah (added value) dan pemenuhan kebutuhan konsumen. Perubahan ini tentu menjadi peluang bagi Mitratel untuk menjadi partner strategis dan tumbuh bersama mereka,” kata Teddy.
Teddy menjelaskan perseroan akan terus menambah aset, baik berupa menara maupun fiber optic baik secara organic maupun inorganic, termasuk adanya potensi pelepasan aset dari operator telekomunikasi. Sebelum menambah panjang fiber optik, pada akhir September 2023, MTEL juga telah menuntaskan pembelian puluhan menara yang mayoritas berlokasi di Pulau Sumatera.
***
Anda dapat melihat portfolio Mitratel pada halaman berikut:
https://webdev.mitratel.co.id/portfolio-mtel/
Mitratel Third Quarter Revenue Grows 11.9%, Net Profit Soars 16.6%
Mitratel Records Increase in Revenue and Net Profit in Quarter III-2023 of 36.62 Billion.
JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. or Mitratel (MTEL)’s strategy to continue expansion and manage costs more efficiently, including through digitalization of business processes, has produced positive results. This is reflected in the company’s performance achievements in the third quarter of 2023 which was published today (30/10). Revenue grew rapidly, resulting in increased EBITDA and increased net profit.
Mitratel posted an 11.9% increase in revenue from IDR 5.6 trillion in the first nine months of 2022 to IDR 6.3 trillion in the first nine months of 2023 (yoy). This gain was driven by an increase in the number of towers and optical fibers, both organic and inorganic, along with an increase in the number of tenants and collocations.
“Since before the initial public offering (IPO) until today, we have continued to increase the number of towers and fiber optic, especially outside Java. Now, we are enjoying the results in the form of growth in the number of tenants and elevated revenue. Our forthcoming challenge is how to increase asset productivity as reflected in the increased tenancy ratio, and operational efficiency including through digitalization so that it has a positive impact on increasing margins,” said Theodorus Ardi Hartoko or Teddy, President Director of MTEL. The growth in tower ownership was successfully offset by an increase in the number of tenants by 10.5% to 55,704 tenants from 50,390 tenants (yoy). Meanwhile, the number of collocations jumped 21.3% to 18,613 from 15,339 collocations (yoy). Throughout this year, Mitratel also succeeded in extending fiber optics to 29,042 Km.
“We believe that the future business landscape of the telecommunications industry will be marked by the divestment of towers and fiber optic owned by the MNO industry. Telecommunication operators do this because they want to focus more on product innovation that provides added value and fulfills consumer needs. “This change is certainly an opportunity for Mitratel to become a strategic partner and grow with them,” said Teddy.
In the first nine months of 2023, Mitratel built 481 new towers and added 1,192 towers through acquisitions, so that the number of towers under the ownership of MTEL by the end of September 2023 reached 37,091 towers. This achievement makes Mitratel the TowerCo with the largest number of towers in Southeast Asia.
Mitratel’s tower distribution includes 15,505 towers in Java and 21,586 towers outside Java or around 58% of the total towers. This encouraged the growth of additional tenants outside Java by 11%, higher than in Java which was 10%. “This shows that the company’s strategy to expand and optimize growth outside Java is in line with the expansion strategy of cellular operators in Indonesia,” he said.
Apart from expansion in tower and fiber optic infrastructure as well as a focus on increasing asset productivity, the company also seeks to optimize digital technology in business processes. This enables the company to provide services that are relevant to customer needs, thereby providing higher added value. “We continue to increase digital adoption so that service to our partners becomes more precise, more effective and much more efficient,” he said.
These various enhancements contributed to an increase in EBITDA margin from 78.5% in September 2022 to 80.6% in September 2023. From total revenue of IDR 6.3 trillion, the company managed to record a net profit of IDR 1.43 trillion. This net profit jumped 16.6% from the same period last year.
**
You can see Mitratel’s Portfolio on this page:
https://webdev.mitratel.co.id/portfolio-en/
Pendapatan Mitratel Kuartal III Tumbuh 11,9%, Laba Bersih Melonjak 16,6%
Mitratel Membukukan Kenaikan Pendapatan dan Laba Bersih Kuartal III-202336,62 miliar.
JAKARTA – Strategi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) untuk melanjutkan ekspansi, dan pengelolaanbiaya secara lebih efisien termasuk melalui digitalisasi pada proses bisnis, membuahkan hasil positif. Hal ini tercermin pada pencapaian kinerja perseroan Kuartal III-2023 yang dipublikasikan hari ini (30/10). Pendapatan tumbuh pesat sehingga berdampak pada peningkatan EBITDA dan mengerek laba bersih.
Mitratel membukukan kenaikan pendapatan sebesar 11,9% dari Rp5,6 triliun pada sembilan bulan pertama 2022 menjadiRp6,3 triliun pada sembilan bulan pertama 2023 (year on year/yoy). Perolehan ini didorong oleh peningkatan jumlah menaradan serat optik, baik secara organik maupun anorganik, yang disertai kenaikan jumlah penyewa (tenant) dan kolokasi.
“Sejak sebelum initial public offering (IPO) sampai hari ini, kami terus memperbanyak jumlah menara dan serat optik, terutama di kawasan luar pulau Jawa. Kini, kami menikmati hasilnya dalam bentuk pertumbuhan jumlah penyewa dankenaikan pendapatan. Tantangan kami ke depan adalah bagaimana meningkatkan produktivitas aset yang tercermin darikenaikan tenancy ratio, dan efisiensi operasi termasuk melalui digitalisasi sehingga berdampak positif pada kenaikan marjin,”kata Theodorus Ardi Hartoko atau Teddy, Direktur utama MTEL. Pertumbuhan kepemilikan menara ini berhasil diimbangi dengan kenaikan jumlah penyewa sebesar 10,5% menjadi 55.704 tenant dari sebelumnya 50.390 tenant (yoy). Sementara jumlah kolokasi melonjak 21,3% menjadi 18.613 dari sebelumnya 15.339 kolokasi (yoy). Sepanjang tahun ini, Mitratel juga berhasil memperpanjang serat optik menjadi 29.042 Km.
“Kami meyakini bahwa lanskap bisnis industri telekomunikasi ke depan akan ditandai dengan divestasi menara dan fiberoptik milik industri MNO. Operator telekomunikasi melakukan hal itu karena ingin lebih fokus pada inovasi produk yang memberikan nilai tambah (added value) dan pemenuhan kebutuhan konsumen. Perubahan ini tentu menjadi peluang bagi Mitratel untuk menjadi partner strategis dan tumbuh bersama mereka,” kata Teddy.
Selama sembilan bulan pertama 2023 Mitratel membangun 481 menara baru serta menambah 1.192 menara melalui akuisisi,sehingga jumlah menara milik MTEL hingga akhir September 2023 mencapai 37.091 menara. Pencapaian ini membawa Mitratel sebagai perusahaan TowerCo dengan jumlah menara terbanyak diAsia Tenggara.
Sebaran menara Mitratel meliputi 15.505 menara di Jawa dan 21.586 menara berada di luar Jawa atau sekitar 58% daritotal menara. Hal ini mendorong pertumbuhan penambahan tenant di luar Jawa sebesar 11%, lebih tinggi dibandingkan di Jawa yang sebesar 10%. “Hal ini menunjukkan bahwa strategi Perseroan untuk ekspansi dan mengoptimalkan pertumbuhan di luar Jawa sesuai dengan strategi ekspansi dari operator seluler di Indonesia,” katanya.
Selain ekspansi di infrastruktur menara dan fiber optik serta fokus meningkatkan produktivitas aset, Perseroan jugaberupaya mengoptimalkan teknologi digital dalam bisnis proses. Hal ini memampukan perseroan memberikan services yangrelevan dengan kebutuhan pelanggan sehingga memberikan nilai tambah lebih tinggi. “Adopsi digital terus kami tingkatkan sehingga pelayanan kepada para mitra kami menjadi lebihpresisi, lebih efektif dan jauh lebih efisien.,” katanya.
Berbagai penyempurnaan itu berkontribusi pada peningkatan EBITDA margin dari 78,5% pada September 2022 menjadi80,6% pada September 2023. Dari total pendapatan Rp6,3 triliun, perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp1,43 triliun. Perolehan laba bersih ini melonjak 16,6% dari periode yang sama tahun lalu.
**
Anda dapat melihat portfolio Mitratel pada halaman berikut:
https://webdev.mitratel.co.id/portfolio-mtel/
Mitratel Disburses IDR 36 Billion to Acquire XL Axiata’s Tower
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) or Mitratel acquired 54 towers belonging to PT XL Axiata Tbk. (EXCL) worth IDR 36.62 billion.
Bisnis.com, JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) or Mitratel acquired 54 towers belonging to PT XL Axiata Tbk. (EXCL) worth IDR 36.62 billion.
Mitratel and XL Axiata signed the tower sale and purchase agreement on Monday, September 25 2023. Furthermore, also agreed to a rental contract for 53 towers in addition to the sale and purchase agreement. The remaining 1 tower which is not included in the rental agreement, is occupied by another operator.
“The company has completed the transaction to purchase 54 telecommunications towers with 63 tenants or a tenancy ratio of 1.16. Furthermore, MTEL also agreed to lease back 53 telecommunications towers to PT XL Axiata Tbk. The total acquisition value is IDR 36.62 billion,” said Hendra Purnama, Mitratel Chief Investment Officer during Public Expose today (9/27/2023).
According to him, the XL Axiata towers that have been acquired are evenly distributed throughout Indonesia. Starting from Central Sumatra, Southern Sumatra, West Java, Jakarta, Bogor, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, and Sulawesi.
“We always believe in the potential for economic growth outside Java and its promising contribution to the national economy. This acquisition is a form of our commitment to helping our strategic partners from the telecommunications operator industry to expand with a more efficient business model,” said Hendra.
Apart from buying towers belonging to EXCL, Hendra also conveyed that Mitratel had acquired 51 towers pertaining to two other companies. The signing of the sale and purchase was carried out at the end of last week, Friday September 22.
All these towers are located in Bali, Jakarta and Bogor. From the purchase of these 51 towers, MTEL attained 79 new tenants. This means that the tenancy ratio of these 51 new towers is 1.55.
“We believe that the divestment of tower and fiber optic assets belonging to telecommunications operators will continue. This is a strategic step for the telecommunications industry to achieve growth rapidly, efficiently and effectively. Mitratel is always ready to be their strategic partner to achieve sustainable growth together,” concluded Hendra.
**
You can read the news on the following link:
https://market.bisnis.com/read/20230927/7/1698893/mitratel-gelontorkan-rp36-miliar-akuisisi-menara-milik-xl-axiata.
You can see Mitratel’s Portfolio on the following page:
https://webdev.mitratel.co.id/portfolio-mtel/
Mitratel Gelontorkan Rp36M Akuisisi Menara Milik XL Axiata
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel mengakuisisi 54 menara milik PT XL Axiata Tbk. (EXCL) senilai Rp36,62 miliar.
Bisnis.com, JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel mengakuisisi 54 menara milik PT XL Axiata Tbk. (EXCL) senilai Rp36,62 miliar.
Mitratel dan XL Axiata melakukan penandatanganan jual beli menara pada Senin 25 September 2023. Adapun, keduanya juga menyepakati kontrak sewa 53 menara bersamaan dengan perjanjian jual beli tersebut. Sisa 1 menara tidak termasuk dalam perjanjian sewa dihuni oleh operator lain.
“Perseroan telah menyelesaikan transaksi pembelian 54 menara telekomunikasi dengan 63 tenant atau tenancy ratio 1,16 kali. Selanjutnya MTEL juga menyepakati untuk menyewakan kembali atas 53 menara telekomunikasi kepada PT XL Axiata Tbk. Nilai transaksi total sebesar Rp36,62 miliar” kata Hendra Purnama, Direktur Investasi Mitratel dalam Keterbukaan Informasi hari ini, Rabu (27/9/2023).
Menurutnya menara XL Axiata yang telah diakuisisi tersebar merata di seluruh Indonesia. Mulai dari Sumatera Bagian Tengah, Sumatera Bagian Selatan, Jawa Barat, Jakarta, Bogor. Bali dan Nusa Tenggara hingga Kalimantan dan Sulawesi.
“Kami selalu meyakini potensi pertumbuhan ekonomi di luar pulau Jawa dan kontribusinya yang menjanjikan terhadap perekonomian nasional. Akuisisi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam membantu mitra strategis kami dari industri operator telekomunikasi untuk melakukan ekspansi dengan bisnis model yang lebih efisien,” kata Hendra.
Selain membeli menara milik EXCL, Hendra juga menyampaikan Mitratel telah mengakuisisi 51 Menara milik dua perusahaan lainnya. Penandatangan jual beli telah dilaksanakan pada akhir pekan lalu, Jumat 22 September.
Seluruh menara tersebut berada di Bali, Jakarta, Bogor. Dari pembelian 51 menara ini, MTEL mendapatkan 79 tenant baru. Artinya, tenancy ratio dari 51 menara baru ini adalah sebesar 1,55 kali.
“Kami meyakini divestasi aset menara dan fiber optik milik operator telekomunikasi akan terus berlangsung. Ini merupakan langkah strategis industri telekomunikasi untuk mencapai pertumbuhan secara cepat, efisien dan efektif. Mitratel selalu siap menjadi mitra strategis mereka untuk meraih pertumbuhan berkelanjutan secara bersama sama,” pungkas Hendra.
**
Anda dapat membaca berita terkait pada:
https://market.bisnis.com/read/20230927/7/1698893/mitratel-gelontorkan-rp36-miliar-akuisisi-menara-milik-xl-axiata.
Anda dapat melihat portfolio Mitratel pada halaman berikut:
https://webdev.mitratel.co.id/portfolio-mtel/
Fokus Genjot Inovasi, Dayamitra (MTEL) Borong Dua Penghargaan di ICAII 2023
(Courtesy: idxchannel.com)
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel sukses memborong dua penghargaan sekaligus dalam ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2023.
IDXChannel – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel sukses memborong dua penghargaan sekaligus dalam ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2023.
Dalam ajang apresiasi inovasi di kalangan emiten pasar modal nasional tersebut, Mitratel didapuk sebagai pemenang untuk Penghargaan Terbaik Kategori Proses Internal dan Penghargaan Utama Kategori Produk & Model Bisnis.
Untuk kategori proses internal, inovasi Mitratel yang mendapatkan penghargaan predikat terbaik adalah Aplikasi Analytical Tools sementara untuk inovasi Produk Power as a Service mendapatkan penghargaan utama.
Aplikasi Marketing Analytics Tool adalah perangkat lunak yang dirancang khusus untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data (internal dan eksternal) guna menghasilkan rekomendasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.
Mitratel dapat mengambil keputusan yang didasarkan pada data yang kuat, mengoptimalkan strategi pemasaran, mengidentifikasi peluang pembangunan tower pada lokasi strategis dan penambahan tenant pada tower existing (kolokasi).
Power as a Services adalah ekosistem energi yang komprehensif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dinamis operator seluler modern.
Teknologi ini melebihi pendekatan konvensional dalam penyediaan daya dengan menawarkan solusi secara end-to-end. Mulai dari perencanaan awal dan implementasi, hingga pemeliharaan dan dukungan berkelanjutan, semua aspeknya tergabung dalam konsep inovatif ini.
Pada acara seremoni ICAII di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (20/9/2023) kedua penghargaan untuk Mitratel diterima oleh Eksekutif General Manager MTEL, Elfri Jufri. Tim Mitratel menyampaikan bahwa kedua penghargaan tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menciptakan inovasi baru sehingga dapat memberikan layanan terbaik bagi seluruh pelanggan.
Kemudian tim Mitratel menilai penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kinerja perseroan dalam menghadirkan inovasi yang relevan tuntutan industri.
**
Anda dapat membaca berita terkait pada:
https://www.idxchannel.com/economics/fokus-genjot-inovasi-dayamitra-mtel-borong-dua-penghargaan-di-icaii-2023-2025
Anda dapat melihat portfolio Mitratel pada halaman berikut:
https://webdev.mitratel.co.id/portfolio-mtel/







