Mitratel Won TOP Digital Corporate Brand Award 2021
Jakarta, September 29 2021 – PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) won the TOP Digital Corporate Brand Award 2021, Special Achievement for Subsidiary BUMN presented by Suara Government ID in collaboration with the independent assessment agency TRAS N CO. The award was directly received by the President Director of Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, via video conference media. The TOP Digital Corporate Brand Award 2021, Special Achievement for Subsidiary, is a prestigious award for BUMN subsidiaries in Indonesia that have demonstrated exceptional corporate brand activities in the digital domain, outpacing the other companies. The initiator of the 2021 TOP Digital Corporate Brand Award, Tri Raharjo stated that the event aims to give recognition to BUMN subsidiaries for their performance and achievements in digital brand activities, especially during the Covid-19 pandemic. Furthermore, Mitratel’s President Director, Theodorus Ardi Hartoko attributed the award to the dedication and hard work of all Mitratel employees, who had worked hard and delivered excellence for the company’s performance. “Thank you for the trust that has been given through this award. It will further fuel the enthusiasm and motivation of all Mitratel employees to elevate their competence to become a digital-based company in the future,” explained Theodorus Ardi Hartoko, President Director of Mitratel. The TOP Digital Corporate Brand Award 2021, Special Achievement for Subsidiary, is granted to BUMN subsidiaries based on the results of the TOP DIGITAL CORPORATE BRAND Index research, assessing a company’s success in digital branding, through Search Engine Based, Social Media Based, and Website Based.
Bangun BTS di Daerah 3T, Direktur Utama Mitratel Dianugerahi Satyalancana Pembangunan
Jakarta, 27 September 2021. Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), Theodorus Ardi Hartoko dianugerahi tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika pada upacara Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-76.
Pemberian tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan kepada Theodorus Ardi Hartoko dilakukan secara langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, yang mewakili Presiden Indonesia, Joko Widodo. Penyematan tanda jasa ini dilakukan di halaman kantor pusat Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (27/9/2021).
Theodorus Ardi Hartoko dinilai berhasil menginisiasi dan membangun program Base Transceiver Station (BTS) Perbatasan di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T) sejak tahun 2011. Melalui Mitratel, yang merupakan bagian dari Telkom Group, Theodorus Ardi Hartoko berperan besar dalam pembangunan 516 menara telekomunikasi dan 60 menara transmisi backbone, khususnya di Papua dan Natuna.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, penganugerahan Satyalancana Pembangunan ini merupakan sebuah penghormatan terhadap kontribusi perusahaan bagi pembangunan layanan telekomunikasi di seluruh penjuru Indonesia, khususnya di daerah 3T.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga pembangunan dapat terlaksana dengan baik walaupun banyak rintangan dan hambatan dalam perjalanannya. Ke depan, kami berharap dengan apresiasi ini dapat memberikan energi dan inovasi baru untuk terus berkarya dan semakin dapat memberikan karya positif yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Indonesia lebih baik lagi,” ujar Theodorus.
Program pembangunan ini guna menghubungkan antar wilayah untuk mengakomodasi konektivitas telekomunikasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat mengakses layanan telekomunikasi dan data secara adil, merata, dan berdaulat di wilayah NKRI.
Adapun penyediaan BTS di wilayah blankspot telekomunikasi merupakan salah satu program Universal Service Obligation (USO) yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Program ini merupakan salah satu strategi untuk mengurangi kesenjangan telekomunikasi dengan penyediaan layanan seluler telepon dasar di daerah yang belum mendapatkan sinyal.
Hal itu sejalan dengan Program Nawacita yang telah dicanangkan oleh Presiden RI, terutama pada butir ke-3, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI. Sampai saat ini, BAKTI telah membangun di 1.682 lokasi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, khususnya daerah 3T.
Mitratel kemudian mengambil peran dengan ikut berpartisipasi dalam pelelangan umum dari BAKTI melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sejak tahun 2011. Mitratel berperan dalam membangun lebih dari 30% menara telekomunikasi yang telah dibangun BAKTI hingga saat ini.
Mitratel telah membangun 516 site BTS Perbatasan di seluruh Indonesia, dimana jumlah site terbanyak yang dikerjakan oleh perusahaan adalah site-site di wilayah Maluku dan Papua, yakni sebanyak 364 site atau sebesar 70% dari semua site yang telah dibangun Mitratel. Selain peran serta strategis di BTS Perbatasan, Mitratel juga berperan dalam pembangunan 60 menara transmisi backbone, khususnya di Papua dan Natuna.
Building BTS in 3T Region, Mitratel President Director Awarded Development Satyalancana
Jakarta, 27 September 2021 – President Director of PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), Theodorus Ardi Hartoko was awarded the Satyalancana Pembangunan honor by the Ministry of Communication and Information at the 76th Post and Telecommunications (Postel) Bhakti Day ceremony. The awarding of the Satyalancana Pembangunan honorary mark to Theodorus Ardi Hartoko was carried out directly by the Minister of Communication and Information, Johnny G. Plate, who represented the President of Indonesia, Joko Widodo. This decoration was placed on the grounds of the Ministry of Communication and Information Technology’s head office, Monday (27/9/2021). Theodorus Ardi Hartoko has been considered successful in initiating and building the Border Base Transceiver Station (BTS) program in remote, outermost and disadvantaged areas (3T) since 2011. Through Mitratel, which is part of the Telkom Group, Theodorus Ardi Hartoko played a major role in the construction of 516 towers telecommunications and 60 backbone transmission towers, especially in Papua and Natuna. Mitratel President Director Theodorus Ardi Hartoko said that the Satyalancana Pembangunan award was a tribute to the company’s contribution to the development of telecommunications services throughout Indonesia, especially in the 3T area. “We are grateful to all parties involved so that development can be carried out well even though there are many obstacles along the way. “In the future, we hope that this appreciation can provide new energy and innovation to continue working and increasingly be able to provide positive work that can be felt by all levels of society to make Indonesia even better,” said Theodorus. This development program is to connect regions to accommodate telecommunications connectivity in meeting the community’s need to access telecommunications and data services fairly, equally and sovereignly in the territory of the Republic of Indonesia. The provision of BTS in telecommunications blank spot areas is one of the Universal Service Obligation (USO) programs implemented by the Ministry of Communication and Information through the Telecommunications and Information Accessibility Agency (BAKTI). This program is a strategy to reduce the telecommunications gap by providing basic cellular telephone services in areas that do not yet have a signal. This is in line with the Nawacita Program launched by the President of the Republic of Indonesia, especially point 3, namely developing Indonesia from the periphery by fostering regions and villages within the framework of the Republic of Indonesia. To date, BAKTI has built 1,682 locations spread across various regions in Indonesia, especially 3T areas. Mitratel then took a role by participating in public auctions from BAKTI through the Government Goods/Services Procurement Policy Institute (LKPP) since 2011. Mitratel played a role in building more than 3096 telecommunications towers that have been built by BAKTI to date. Mitratel has built 516 Border BTS sites throughout Indonesia, where the largest number of sites worked on by the company are sites in the Maluku and Papua regions, namely 364 sites or 7096 of all sites that have been built by Mitratel. Apart from its strategic role in Border BTS, Mitratel also plays a role in the construction of 60 backbone transmission towers, especially in Papua and Natuna.
Realisasi kegiatan CSR yang dilakukan Mitratel pada tahun 2021.
Juni, Mitratel membangun sarana dan prasarana air bersih berupa sumur bor demi memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang berada di Desa Pengotan – Bangli. Bantuan disampaikan secara simbolik oleh Direktur Utama Mitratel Teddy Hartoko Bersama Komisaris Independen Mitratel M Ridwan Rizqi Nasution dan Rombongan kepada Kepala Desa Pengotan untuk masyarakat Desa Pengotan Kec. Bangli, Kabupaten Bangli.
Telkomsel and Mitratel Roll Out Another Corporate Action by Transferring the Ownership of 4.000 Telecommunication Towers
Telkomsel dan Mitratel kembali melakukan kesepakatan pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi, yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) oleh kedua perusahaan untuk 4.000 unit menara telekomunikasi.
Kesepakatan ini diharapkan dapat meneruskan momentum bagi Telkomsel dan Mitratel dalam kelanjutan komitmen memperkuat pengelolaan aset dan lini bisnis yang dapat lebih mendorong pertumbuhan kinerja organisasi yang lebih ideal, produktif, efektif, dan efisien.
Upaya ini sekaligus mempertegas kembali komitmen Telkomsel dalam memaksimalkan aset infrastruktur yang dimiliki, dan lebih mendorong akselerasi penguatan struktur perusahaan yang lebih ideal, guna menghadirkan inovasi produk dan layanan berbasis ekosistem digital yang lebih customer centric.
Bagi Mitratel, aksi korporasi ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai Tower Provider terbesar di Indonesia.
Jakarta, 2 September 2021 – Telkomsel dan PT Dayamitra Telekomunikasi “Mitratel” melanjutkan komitmennya dalam penguatan transformasi portofolio bisnis dengan melakukan penambahan pengalihan kepemilikan sebanyak 4.000 unit menara telekomunikasi milik Telkomsel kepada Mitratel. Kesepakatan yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) antara PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dengan PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) pada 31 Agustus 2021 tersebut melengkapi aksi korporasi yang dilakukan kedua perusahaan untuk 6.050 unit menara telekomunikasi pada 2020 lalu.
Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam menjelaskan, “Telkomsel terus menunjukan konsisten dalam melakukan transformasi portofolio perusahaan di bisnis digital melalui sejumlah langkah strategis yang terukur dan terarah. Kelanjutan aksi korporasi dengan melakukan pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi kepada Mitratel semakin menunjukan keseriusan Telkomsel untuk lebih fokus dalam memperkuat eksistensi dan penetrasi inovasi dalam menggelar layanan digital. Dengan begitu, Telkomsel akan semakin memiliki lebih banyak sumber daya perusahaan yang dapat diarahkan untuk terus membuka peluang dan kesempatan dalam menguatkan ekosistem gaya hidup digital masyarakat Indonesia secara lebih inklusif.”
Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengatakan, “Aksi korporasi ini merupakan langkah Telkom dalam penataan portofolio demi value creation yang optimal dari keduanya baik bagi masing-masing perusahaan, TelkomGroup dan stakeholder. Bagi Telkomsel, ini merupakan wujud konsisten dan keseriusan dalam mendukung transformasi portofolio di bisnis digital. Sedangkan bagi Mitratel, langkah ini semakin memperkuat portofolio menara telekomunikasi TelkomGroup serta memantapkan langkah Mitratel sebagai pemain tower terbesar di Indonesia, yang mendukung beragam kebutuhan tidak hanya bagi TelkomGroup tapi juga tenant lainnya. Sehingga Mitratel bersiap untuk mengoptimalkan value creation selanjutnya melalui aksi korporasi yang lebih besar lagi.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menambahkan, “Mitratel berkomitmen untuk terus berupaya menggali potensi-potensi baru dalam rangka memperkuat fundamental perusahaan, tentunya dengan aksi korporasi ini semakin menunjukkan posisi Mitratel sebagai konsolidator bisnis menara telekomunikasi di pasar. Transaksi ini kembali mengukuhkan Mitratel sebagai tower provider terbesar di Indonesia dan akan semakin membuka peluang untuk pemanfaatan menara ini oleh semua tenant yang potensial, terlebih masuknya era 5G di Indonesia yang berpeluang besar bagi bisnis menara telekomunikasi. Pengalihan kepemilikan menara ini juga akan memberikan kesempatan dan layanan yang sama kepada seluruh operator untuk dapat memperluas area dan meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan. Hal ini tentu saja akan berkontribusi positif untuk percepatan digitalisasi skala nasional”.
Dengan adanya pengalihan ini Mitratel telah memiliki lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia baik urban, suburban maupun daerah rural. Mitratel juga terbuka untuk melakukan transaksi jual beli dengan pihak manapun sepanjang menguntungkan bagi kedua belah pihak dan memberikan value creation bagi pemangku kepentingan.
Melalui kesepakatan ini juga diharapkan dapat meneruskan momentum bagi kedua perusahaan dalam kelanjutan komitmen memperkuat pengelolaan aset dan lini bisnis yang dapat lebih mendorong pertumbuhan kinerja organisasi yang lebih ideal, produktif, efektif, dan efisien. Sehingga, baik Telkomsel dan Mitratel akan terus memperkuat nilai tambah masing-masing perusahaan di setiap fokus inovasi produk dan layanan yang dihadirkan.
“Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel selalu berharap kelanjutan aksi korporasi dalam pengalihan menara telekomunikasi yang dimiliki ini juga dapat terus memberikan nilai tambah dalam upaya perusahaan dalam memaksimalkan aset infrastruktur yang dimiliki, dan lebih mendorong akselerasi penguatan struktur perusahaan yang lebih ideal, terutama untuk keberlangsungan jangka panjang dalam menghadirkan inovasi produk dan layanan berbasis ekosistem digital yang lebih customer-centric,” pungkas Hendri.
***
Telkomsel dan Mitratel Kembali Melakukan Aksi Korporasi dengan Pengalihan Kepemilikan 4.000 unit Menara Telekomunikasi
Telkomsel dan Mitratel kembali melakukan kesepakatan pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi, yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) oleh kedua perusahaan untuk 4.000 unit menara telekomunikasi.
Kesepakatan ini diharapkan dapat meneruskan momentum bagi Telkomsel dan Mitratel dalam kelanjutan komitmen memperkuat pengelolaan aset dan lini bisnis yang dapat lebih mendorong pertumbuhan kinerja organisasi yang lebih ideal, produktif, efektif, dan efisien.
Upaya ini sekaligus mempertegas kembali komitmen Telkomsel dalam memaksimalkan aset infrastruktur yang dimiliki, dan lebih mendorong akselerasi penguatan struktur perusahaan yang lebih ideal, guna menghadirkan inovasi produk dan layanan berbasis ekosistem digital yang lebih customer centric.
Bagi Mitratel, aksi korporasi ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai Tower Provider terbesar di Indonesia.
Jakarta, 2 September 2021 – Telkomsel dan PT Dayamitra Telekomunikasi “Mitratel” melanjutkan komitmennya dalam penguatan transformasi portofolio bisnis dengan melakukan penambahan pengalihan kepemilikan sebanyak 4.000 unit menara telekomunikasi milik Telkomsel kepada Mitratel. Kesepakatan yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) antara PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dengan PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) pada 31 Agustus 2021 tersebut melengkapi aksi korporasi yang dilakukan kedua perusahaan untuk 6.050 unit menara telekomunikasi pada 2020 lalu.
Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam menjelaskan, “Telkomsel terus menunjukan konsisten dalam melakukan transformasi portofolio perusahaan di bisnis digital melalui sejumlah langkah strategis yang terukur dan terarah. Kelanjutan aksi korporasi dengan melakukan pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi kepada Mitratel semakin menunjukan keseriusan Telkomsel untuk lebih fokus dalam memperkuat eksistensi dan penetrasi inovasi dalam menggelar layanan digital. Dengan begitu, Telkomsel akan semakin memiliki lebih banyak sumber daya perusahaan yang dapat diarahkan untuk terus membuka peluang dan kesempatan dalam menguatkan ekosistem gaya hidup digital masyarakat Indonesia secara lebih inklusif.”
Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengatakan, “Aksi korporasi ini merupakan langkah Telkom dalam penataan portofolio demi value creation yang optimal dari keduanya baik bagi masing-masing perusahaan, TelkomGroup dan stakeholder. Bagi Telkomsel, ini merupakan wujud konsisten dan keseriusan dalam mendukung transformasi portofolio di bisnis digital. Sedangkan bagi Mitratel, langkah ini semakin memperkuat portofolio menara telekomunikasi TelkomGroup serta memantapkan langkah Mitratel sebagai pemain tower terbesar di Indonesia, yang mendukung beragam kebutuhan tidak hanya bagi TelkomGroup tapi juga tenant lainnya. Sehingga Mitratel bersiap untuk mengoptimalkan value creation selanjutnya melalui aksi korporasi yang lebih besar lagi.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menambahkan, “Mitratel berkomitmen untuk terus berupaya menggali potensi-potensi baru dalam rangka memperkuat fundamental perusahaan, tentunya dengan aksi korporasi ini semakin menunjukkan posisi Mitratel sebagai konsolidator bisnis menara telekomunikasi di pasar. Transaksi ini kembali mengukuhkan Mitratel sebagai tower provider terbesar di Indonesia dan akan semakin membuka peluang untuk pemanfaatan menara ini oleh semua tenant yang potensial, terlebih masuknya era 5G di Indonesia yang berpeluang besar bagi bisnis menara telekomunikasi. Pengalihan kepemilikan menara ini juga akan memberikan kesempatan dan layanan yang sama kepada seluruh operator untuk dapat memperluas area dan meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan. Hal ini tentu saja akan berkontribusi positif untuk percepatan digitalisasi skala nasional”.
Dengan adanya pengalihan ini Mitratel telah memiliki lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia baik urban, suburban maupun daerah rural. Mitratel juga terbuka untuk melakukan transaksi jual beli dengan pihak manapun sepanjang menguntungkan bagi kedua belah pihak dan memberikan value creation bagi pemangku kepentingan.
Melalui kesepakatan ini juga diharapkan dapat meneruskan momentum bagi kedua perusahaan dalam kelanjutan komitmen memperkuat pengelolaan aset dan lini bisnis yang dapat lebih mendorong pertumbuhan kinerja organisasi yang lebih ideal, produktif, efektif, dan efisien. Sehingga, baik Telkomsel dan Mitratel akan terus memperkuat nilai tambah masing-masing perusahaan di setiap fokus inovasi produk dan layanan yang dihadirkan.
“Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel selalu berharap kelanjutan aksi korporasi dalam pengalihan menara telekomunikasi yang dimiliki ini juga dapat terus memberikan nilai tambah dalam upaya perusahaan dalam memaksimalkan aset infrastruktur yang dimiliki, dan lebih mendorong akselerasi penguatan struktur perusahaan yang lebih ideal, terutama untuk keberlangsungan jangka panjang dalam menghadirkan inovasi produk dan layanan berbasis ekosistem digital yang lebih customer-centric,” pungkas Hendri.
***
Mitratel Kukuhkan Diri Sebagai Perusahaan Menara Telekomunikasi Terbesar di Indonesia Usai Telkom Alihkan 798 Menara
Jakarta, 2 Agustus 2021 – PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat bisnis penyediaan menara telekomunikasi melalui anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), dengan melakukan penyertaan modal berupa aset (inbreng) 798 menara telekomunikasi.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan Akta Inbreng & Head of Agreement antara Telkom dengan Mitratel, yang dilakukan secara hybrid dengan protokol kesehatan yang ketat. Hadir secara fisik dalam acara tersebut Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya dan Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko.
Sedangkan melalui video conference, hadir Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono dan Direktur Network & IT Solution Telkom, Herlan Wijanarko.
Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya menyampaikan pengalihan aset (inbreng) menara telekomunikasi yang dilakukan Telkom kepada Mitratel merupakan bagian dari penataan portofolio TelkomGroup serta merupakan bentuk komitmen Telkom untuk menjadikan Mitratel sebagai vehicle sekaligus pemain yang kuat dan menguasai industri tower.
“Industri menara telekomunikasi ini merupakan industri yang sangat prospektif di tengah potensi perkembangan ekonomi digital Indonesia, ditambah pula masuknya teknologi generasi kelima. Dengan langkah ini, TelkomGroup percaya bahwa Mitratel mampu memperkokoh posisinya sebagai pemimpin industri menara telekomunikasi nasional dan memberikan value yang tinggi bagi perusahaan juga para stakeholder.” Selain sebagai upaya penataan portofolio, langkah inbreng menara milik Telkom ke Mitratel juga merupakan salah satu strategi bisnis untuk meningkatkan kapabilitas dari sisi aspek infrastruktur telekomunikasi.
Menara-menara yang dialihkan memiliki potensi kolokasi dan tenancy ratio di atas rata-rata industri dengan struktur yang kokoh dan coverage seluruh Indonesia. Inbreng tersebut menjadi modal yang kuat untuk bisnis menara Mitratel ke depan.
“Bisnis menara telekomunikasi merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, mengingat hingga saat ini operator telekomunikasi akan terus berekspansi dalam meningkatkan kualitas jaringan dan memperluas jangkauan layanannya sehingga kami meyakini bisnis menara telekomunikasi masih akan mencatatkan kinerja positif,” tambah Budi. Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menyampaikan komitmen Mitratel dalam mendukung penataan portofolio TelkomGroup dengan aksi korporasi tersebut.
Ke depan, Mitratel berkomitmen untuk mengelola dengan baik aset dan bisnis menara tersebut demi memberikan value terbaik bagi para pemegang saham. Setelah transaksi pengalihan aset 798 menara tersebut, Mitratel memiliki lebih dari 24.000 menara telekomunikasi. Hal ini menjadi salah satu langkah TelkomGroup melalui Mitratel untuk mendukung terwujudnya value creation demi mengukuhkan diri sebagai pemain nomor satu di industri menara telekomunikasi Indonesia.
Mitratel Strengthen as the Largest Telecommunication Tower Company in Indonesia After Telkom Transfers 798 Towers
Jakarta, August 2, 2021 – PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk continues to strengthen the business of providing telecommunications towers through its subsidiary, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), by investing in assets (inbreng) 798 telecommunications towers.
This was marked by the signing of the Inbreng & Head of Agreement Deed between Telkom and Mitratel, which was carried out in a hybrid manner with strict health protocols.
Physically present at the event, Telkom’s Strategic Portfolio Director Budi Setyawan Wijaya and Mitratel President Director Theodorus Ardi Hartoko.
Meanwhile, through video conference, Telkom’s Director of Wholesale & International Service, Bogi Witjaksono, and Telkom’s Director of Network & IT Solution, Herlan Wijanarko, were present.
Telkom’s Strategic Portfolio Director, Budi Setyawan Wijaya said that the transfer of telecommunication tower assets (inbreng) by Telkom to Mitratel is part of the TelkomGroup portfolio arrangement and is Telkom’s commitment to make Mitratel a vehicle as well as a strong player and dominate the tower industry.
“The telecommunication tower industry is a very prospective industry in the midst of the potential development of Indonesia’s digital economy, plus the entry of fifth generation technology. With this step, TelkomGroup believes that Mitratel is able to strengthen its position as the leader of national telecommunications tower industry and provide high value for the company and stakeholders.”
Apart as an effort to reorganize the portfolio, the step to transfer Telkom’s towers to Mitratel is also one of the business strategies to increase capabilities in terms of the telecommunications infrastructure aspect.
The transferred towers have collocation potential and tenancy ratios above the industry average with a solid structure and coverage throughout Indonesia. The Inbreng is a strong capital for Mitratel’s tower business going forward.
“The telecommunication tower business is a very promising business, considering that until now telecommunication operators will continue to expand in improving network quality and expanding their service range, so we believe the telecommunication tower business will still record positive performance,” added Budi.
The President Director of Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, expressed Mitratel’s commitment in supporting the restructuring of the TelkomGroup portfolio with this corporate action.
Going forward, Mitratel is committed to properly managing the tower’s assets and business in order to provide the best value for shareholders.
After the asset transfer transaction of 798 towers, Mitratel owns more than 24,000 telecommunication towers. This is one of the steps taken by TelkomGroup through Mitratel to support the realization of value creation in order to establish itself as the number one player in the Indonesian telecommunications tower industry.
Mitratel Menyalurkan Bantuan 2 Unit Ventilator kepada RSU PKU Muhammadiyah Gubug Grobogan
Jakarta, 10 Agustus 2021. Komisaris Utama, Direktur Utama dan Para Direksi Mitratel menyalurkan bantuan 2 Unit Ventilator kepada Direktur RSU PKU Muhammadiyah Gubug – Grobogan.
Bantuan ini merupakan dukungan perusahaan dalam percepatan penanganan pasien covid-19, serta mampu menurunkan tingkat resiko kematian.
Mitratel mengapresiasi setinggi-tingginya terhadap nakes yang berada di garda terdepan.
Mitratel Berbagi Program Sembako Gratis
Jakarta, Mei-Juni 2021. 50 warung sembako yang tersebar di wilayah Indonesia turut berpartisipasi dalam Program Sembako Gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan harian warga kurang mampu, 30 ribu paket sembako yang disalurkan merupakan wujud nyata dari kepedulian karyawan Mitratel untuk membantu masyarakat dan UMKM di tengah masa pendemi.
Program ini telah diluncurkan sejak awal tahun 2021, yang dibagikan untuk Sahabat Mitratel (Driver Ojek, Petugas Kebersihan, Satpam, dll), Mitratel bekerjasama dengan 50 Warung Sembako yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa/Bali, Kalimantan dan Sulmapua dengan melibatkan 50 agen (karyawan Mitratel).








