Bakal Akuisisi Ribuan Menara, Saham Mitratel Diproyeksi Moncer
Jakarta: PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel diprediksi akan terus melakukan serangkaian akuisisi sebanyak 6.000 menara telekomunikasi selama 2022-2023. Hingga 21 Agustus 2021, emiten pengelola menara telekomunikasi ini telah memiliki sebanyak 28.030 menara.
Analis pasar modal PT Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat mengatakan, serangkaian akuisisi ribuan menara tersebut akan membawa rasio penyewa menjadi 1,57 kali pada 2021, dan akan naik menjadi 1,72 kali pada 2023.
“Mitratel beroperasi dalam industri menara yang terkonsolidasi dengan prospek pertumbuhan seluler yang kuat. Mitratel memberikan dasar yang kuat untuk percepatan pertumbuhan pendapatan multi pada 2021-2023 dengan strategi akses ke bisnis infrastruktur digital yang berkembang pesat di Indonesia,” ujar Kresna dikutip dari siaran persnya, Selasa, 21 Desember 2021.
Adapun harga saham emiten berkode MTEL pada penutupan perdagangan kemarin berada di posisi Rp770 per lembar atau terkoreksi dibandingkan level penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp785 per lembar saham. Harga tersebut juga masih mengalami penurunan dari harga saat IPO di level Rp800 per lembar saham.
“Kendati bergerak di bawah harga IPO, saham MTEL atau Mitratel masih direkomendasikan ‘beli’ dengan target harga Rp970 per saham. Target tersebut 26 persen di atas harga penutupan kemarin di level Rp770 per saham,” ungkapnya.
Sementara itu, tim analis Morgan Stanley mengungkapkan MTEL berpeluang berkembang lebih cepat dari industri pertumbuhan organik yang dihasilkan dari luar Jawa. Morgan Stanley memproyeksikan harga saham Mitratel berpeluang bergerak ke level Rp1.000 per saham.
“Kami optimistis Mitratel dapat berkembang secara signifikan lebih cepat dari industri melalui pertumbuhan organik yang dihasilkan dari luar Jawa, dimana operator seluler yang lebih kecil sekarang berkembang. Apalagi Mitratel memiliki pangsa pasar menara yang tertinggi sebesar 41 persen,” tulis tim riset Morgan Stanley.
Analis HSBC Global Research Piyush Choudhary pun menuturkan bahwa target saham MTEL berada di level Rp1.120 per lembar saham. Menurut dia, akuisisi dan arus kas MTEL yang kuat akan mendorong pertumbuhan organik.
“Dengan arus kas yang kuat serta pengalaman dalam melakukan akuisisi, membuat Mitratel berada pada posisi yang baik untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan anorganik,” pungkasnya.
Sumber : Medcom.id https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/dN6XM0qk-bakal-akuisisi-ribuan-menara-saham-mitratel-diproyeksi-moncerMitratel Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Lumajang, 16 Desember 2021. PT. Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel melalui Program Mitratel Berbagi menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru.
Penyerahan bantuan disampaikan langsung oleh Direktur Utama Mitratel Theodorus A Hartoko dan diterima oleh Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati di Posko Tanggap Darurat Pasirian Lumajang, turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Lumajang Teguh Widjayono, Sekretaris BPBD Prov Jatim Erwin Indra Widjaja.
Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengapresiasi bantuan Mitratel Berbagi dapat bermanfaat untuk masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang menyampaikan terima kasih kepada Mitratel yang telah memberikan empati terhadap masyarakat Lumajang yang sedang terkena ujian erupsi gunung semeru dengan memberikan bantuan genset, toilet portable, septictank, tenda, terpal, dan lain-lain untuk kebutuhan para pengungsi”, ujarnya.
“Semoga Mitratel semakin jaya, berkembang, dan terus memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia”, tambahnya.
Theodorus A Hartoko selaku Direktur Utama Mitratel juga menyampaikan harapannya, agar bantuan yang diberikan ini dapat membantu meringankan beban para warga yang terdampak di Kabupaten Lumajang.
“Melalui Program Mitratel Berbagi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, semoga bantuan ini dapat dioptimalkan di wilayah terdampak dan kita semua berdo’a agar masyarakat diberikan kesabaran dan ketabahan”, ujar Theodorus.
Mitratel Berbagi CSR Perangkat Gamelan kepada Balerung Bali
Bali, 3 Desember 2021. Dalam rangka pengembangan seni dan budaya Bali, Mitratel memberikan 1 set perangkat gamelan kepada Balerung Bali sebagai wujud pelestarian budaya yang berkelanjutan.
Pencatatan Saham Perdana Mitratel, Ajak Publik Akselerasikan Iklim Digital di Indonesia
Jakarta, 22 November 2021 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham “MTEL”. Hal ini ditandai dengan Opening Bell Ceremony yang dilakukan oleh Direktur Utama Telkom, Direktur Utama Mitratel beserta jajaran pada Senin (22/11) di Bursa Efek Indonesia.
Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang bergerak di bisnis menara telekomunikasi ini melangsungkan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dengan jumlah sebanyak 23,4 miliar lembar saham biasa dengan nilai keseluruhan sebesar Rp18.7 triliun. Besaran Saham itu dipatok pada harga Rp 800 per lembar saham.
Mitratel telah menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, HSBC, JP Morgan, PT Mandiri Sekuritas, dan Morgan Stanley sebagai Joint Book Runners dan Joint Global Coordinators. BRI Danareksa Sekuritas bersama Mandiri Sekuritas juga bertindak sebagai Joint Lead Managing Underwriters dan Domestic Underwriters.
Aksi korporasi pencatatan saham perdana Mitratel ini merupakan bagian dari komitmen transformasi sekaligus penataan portofolio perusahaan untuk memberikan value yang optimal bagi Mitratel, TelkomGroup dan seluruh stakeholders.
Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengungkapkan, “Syukur Alhamdulillah TelkomGroup telah dapat menyelesaikan satu milestone penting transformasi perusahaan dengan terimplementasinya strategi unlocking value bisnis tower perusahaan melalui IPO Mitratel. Langkah ini juga sejalan dengan transformasi yang tengah dilakukan Telkom untuk menjadi digital telco serta memperkuat posisi Mitratel di tengah kehadiran 5G yang dapat menumbuhkan kebutuhan operator akan menara telekomunikasi. Ini akan menjadi potensi yang baik bagi Mitratel untuk menjadi pemain menara telekomunikasi independen terbesar di Asia Tenggara.”
Sementara itu, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan bahwa dana dari hasil penawaran umum perdana (IPO) akan digunakan mengembangkan kompetensi dan kapabilitasnya menjadi perusahaan unggul profesional transparan.
“Kami pahami perubahan teknologi yang cepat akan mengakselerasi seluruh kompetensi Mitratel baik saat ini maupun waktu mendatang. Hal ini telah dirumuskan dalam bisnis plan yang tak hanya semata-mata pada bisnis menara telekomunikasi, tapi berkembang menjadi infrastructure company yang siap untuk mendukung era 5G dan kelanjutannya,” katanya.
Sesuai rencana, perseroan akan menggunakan 40% dana hasil IPO untuk belanja modal organik, 50% untuk anorganik, dan 10% untuk modal kerja serta kebutuhan Perseroan lainnya.
Mitratel merupakan perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia yang berdiri sejak 2008. Mitratel telah mengelola lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain bisnis utamanya di bidang menara telekomunikasi, Mitratel juga melakukan ekspansi portfolio jasa turunan menara seperti Project Solutions, Managed Services, Fiberisasi dan Digital Services untuk mengakselerasi iklim digital di Indonesia.
Saat ini, Mitratel memiliki jangkauan layanan yang luas dan ekosistem bisnis telekomunikasi yang lengkap, serta memiliki rekam jejak nasional yang kuat di seluruh wilayah Indonesia. Perseroan berkomitmen untuk mendukung penuh pemerataan ekonomi dan akses internet hingga ke pelosok negeri.
Mitratel memiliki rencana ekspansi jangka panjang ke pasar Asia Tenggara dan Asia Pasifik, demi memantapkan langkah untuk menjadi penyedia infrastruktur telekomunikasi terkemuka di Asia Tenggara.
Mitratel’s Initial Share Listing, Invites the Public to Accelerate the Digital Climate in Indonesia
Jakarta, 22 November 2021 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk or Mitratel is officially listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) with the stock code “MTEL”. This was marked by the Opening Bell Ceremony carried out by the President Director of Telkom, the President Director of Mitratel and their staff on Monday (22 /11) on the Indonesian Stock Exchange.
This subsidiary of PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), which operates in the telecommunications tower business, held an initial public offering (IPO) with a total of 23.4 billion ordinary shares with a total value of IDR 18.7 trillion. The share size is set at IDR 800 per share.
Mitratel has appointed PT BRI Danareksa Sekuritas, HSBC, JP Morgan, PT Mandiri Sekuritas, and Morgan Stanley as Joint Book Runners and Joint Global Coordinators. BRI Danareksa Sekuritas together with Mandiri Sekuritas also act as Joint Lead Managing Underwriters and Domestic Underwriters. This corporate action to list Mitratel’s initial shares is part of the commitment to transformation as well as structuring the company’s portfolio to provide optimal value for Mitratel, TelkomGroup and all stakeholders.
Telkom’s President Director, Ririek Adriansyah, said, “Thank God, TelkomGroup has been able to complete an important milestone in the company’s transformation by implementing the strategy of unlocking the value of the company’s tower business through the Mitratel IPO. This step is also in line with the transformation that Telkom is currently undertaking to become a digital telco and strengthens Mitratel’s position amidst the presence of 5G which can grow operators’ need for telecommunications towers. “This will have good potential for Mitratel to become the largest independent telecommunication tower player in Southeast Asia.”
Meanwhile, Mitratel President Director Theodorus Ardi Hartoko explained that the funds from the initial public offering (IPO) will be used to develop its competencies and capabilities to become a superior, transparent, professional company.
“We understand that rapid technological changes will accelerate all of Mitratel’s competencies both now and in the future. “This has been formulated in a business plan that is not only limited to the telecommunications tower business but is developing into an infrastructure company that is ready to support the 5G era and its continuation,” he said.
According to the plan, the company will use 40% of the IPO proceeds for organic capital expenditure, 50% for inorganic, and 10% for working capital and other company needs.
Mitratel is the largest telecommunications tower company in Indonesia which was founded in 2008. Mitratel has managed more than 28,000 telecommunications towers spread throughout Indonesia. Apart from its primary business in the telecommunications tower sector, Mitratel is also expanding its portfolio of tower derivative services such as Project Solutions, Managed Services, Fiberization and Digital Services to accelerate the digital climate in Indonesia.
Currently, Mitratel has a wide service range and a complete telecommunications business ecosystem and has a strong national track record throughout Indonesia. The Company is committed to fully supporting economic equality and internet access to all corners of the country. Mitratel has long-term expansion plans into the Southeast Asia and Asia Pacific markets, in order to strengthen its steps to become an infrastructure provider leading telecommunication in Southeast Asia.
Initial Public Offering: Mitratel Tawarkan Sebanyak 29,85% Saham ke Publik
Jakarta, 26 Oktober 2021 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel, perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia, melangsungkan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 29,85% saham kepada publik. Hal tersebut sebagai bagian dari upaya mengembangkan bisnis, menciptakan nilai yang optimal bagi perusahaan dan stakeholder serta demi mewujudkan ekosistem telekomunikasi untuk digitalisasi hingga ke pelosok negeri.
Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) ini menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, HSBC, JP Morgan, PT Mandiri Sekuritas, dan Morgan Stanley sebagai joint bookrunners dan joint global coordinators. BRI Danareksa Sekuritas bersama Mandiri Sekuritas juga bertindak sebagai joint lead managing underwriters dan domestic underwriters.
Adapun roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham Mitratel dijadwalkan pada 26Oktober – 4 November 2021. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 12 November 2021. Setelah diperolehnya pernyataan efektif dari OJK, penawaran umum akan dilaksanakan pada 16-18 November 2021 dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 November 2021.
Sesuai rencana, Perseroan akan menggunakan 40% dana hasil IPO untuk belanja modal (capital expenditure) organik, 50% untuk belanja modal anorganik, dan 10% untuk modal kerja serta kebutuhan Perseroan lainnya.
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Telkom karena telah sukses membawa salah satu anak usahanya, yaitu Mitratel, menjadi perusahaan menara telekomunikasi terbuka. “IPO Mitratel diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Mitratel, TelkomGroup, BUMN dan juga negara. Semoga Mitratel dapat membangun market leadership di industri tower provider yang merupakan infrastruktur telekomunikasi nasional oleh BUMN dan anak usaha demi memperkuat ketahanan digital nasional.”
Menteri BUMN juga menambahkan agar Mitratel dapat menarik investor untuk menginvestasikan dana di Indonesia demi memperkuat perekonomian nasional dan pembukaan lapangan kerja. Mitratel juga diharapkan menjadi perusahaan yang independen dan kebanggaan nasional dengan tata kelola yang transparan, meningkatkan kapasitas finansial serta fleksibilitas untuk lebih agresif dalam mengejar peluang pertumbuhan bisnis yang signifikan.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menjelaskan, bahwa IPO MItratel ini merupakan salah satu penataan portofolio yang dilakukan TelkomGroup untuk mengoptimalkan value creation dari Mitratel sehingga dapat memberikan hasil yang optimal bagi stakeholder. “Sebagai penyediaan infrastruktur menara telekomunikasi selama 13 tahun, Mitratel memiliki lebih dari 28 ribu menara, dengan tim manajemen yang berpengalaman dan rekam jejak yang baik dalam memberikan pertumbuhan siklus industri di Indonesia.
Kedepannya, Mitratel memiliki potensi pertumbuhan yang baik seiring dengan perkembangan teknologi terlebih dengan kehadiran 5G yang membuat kebutuhan operator terhadap menara telekomunikasi meningkat. Semoga langkah ini memantapkan langkah Mitratel menjadi pemain menara telekomunikasi independen terbesar tidak hanya di Indonesia tapi juga Asia Tenggara,” tambah Ririek.
Mitratel memiliki jangkauan layanan yang luas dan ekosistem bisnis telekomunikasi yang lengkap. Perusahaan ini juga telah melakukan perluasan bisnis secara agresif, salah satunya melalui solusi serat optik TelkomGroup, dimana hal ini tidak dimiliki oleh perusahaan menara telekomunikasi lainnya. Dengan jaringan serat optik yang memadai tersebut, Mitratel diharapkan dapat mengambil peran dalam mendukung optimalisasi kemajuan ekonomi digital dalam Industri 4.0, seiring adanya jaringan 5G dan pemerataan ekonomi.
Sementara itu, Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko mengatakan bahwa hari ini merupakan hari bersejarah bagi Mitratel, yang beberapa langkah lagi akan mewujudkan mimpi untuk menjadi perusahaan terbuka. “Melalui IPO ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian investor regional maupun internasional terhadap Mitratel, dan tentunya mengajak masyarakat luas untuk menjadi bagian dalam kesuksesan membangun Indonesia yang lebih baik lagi melalui digitalisasi,” tuturnya.
Saat ini, Mitratel memiliki model bisnis yang atraktif dan kokoh dengan visibilitas pendapatan yang tinggi, karena didukung oleh pelanggan berkualitas tinggi. Terbukti, Perseroan memiliki profil keuangan yang atraktif dengan margin yang terus meningkat, kemampuan arus kas yang kuat, serta posisi keuangan yang terkemuka di industri menara telekomunikasi.
Ke depannya, Mitratel berencana untuk ekspansi jangka panjang ke pasar Asia Tenggara dan Asia Pasifik. “Sejalan dengan visi untuk menjadi leader dan provider terbaik dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel juga tengah mempersiapkan strategi untuk ekspansi jangka panjang di Asia Tenggara dan Asia Pasifik.
Kami akan terus menyediakan layanan infrastructure solution dengan kualitas prima dan harga yang kompetitif, demi memberikan value yang tinggi bagi para investor,” pungkas Teddy.
Initial Public Offering: Mitratel Offers 29.85% Shares to the Public
Jakarta, October 26, 2021 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk or Mitratel, a company the largest telecommunications tower in Indonesia, held an initial public offering (Initial Public Offering/IPO) by offering a maximum of 29.85% shares to public. This is part of efforts to develop the business, create value that optimal for the company and stakeholders and to create a telecommunications ecosystem for digitization to remote corners of the country.
This subsidiary of PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) appointed PT BRI Danareksa Securities, HSBC, JP Morgan, PT Mandiri Sekuritas, and Morgan Stanley as joint bookrunners and joint global coordinators. BRI Danareksa Sekuritas with Mandiri Sekuritas also acts as joint lead managing underwriters and domestic underwriters. The roadshow and initial offering (bookbuilding) of Mitratel shares is scheduled on 26 October – 4 November 2021. An effective statement from the Financial Services Authority (OJK) is expected published on November 12, 2021. After obtaining an effective statement from the OJK, the offer general public will be held on 16-18 November 2021 and the listing of shares on the Stock Exchange Indonesian Stock Exchange (IDX) on November 22, 2021.
As planned, the Company will use 40% of the proceeds from the IPO for capital expenditure organic capital expenditure, 50% for inorganic capital expenditure, and 10% for working capital as well as other needs of the Company.
SOE Minister Erick Thohir highly appreciates Telkom for having successfully brought one of its subsidiaries, namely Mitratel, into a tower company open telecommunications. “Mitratel’s IPO is expected to have a positive impact on sustainable for Mitratel, TelkomGroup, BUMN and also the state. Hopefully Mitratel can building market leadership in the tower provider industry which is the infrastructure national telecommunications by SOEs and subsidiaries to strengthen digital resilience national.”
The Minister of SOEs also added that Mitratel could attract investors to invest funds in Indonesia to strengthen the national economy and job openings. Mitratel is also expected to be an independent company and national pride with transparent governance, capacity building as well as the flexibility to be more aggressive in pursuing business growth opportunities significant.
On a separate occasion, Telkom President Director Ririek Adriansyah explained that the IPO This MItratel is one of the portfolio arrangements carried out by TelkomGroup to optimizing value creation from Mitratel so that it can provide optimal results for stakeholders. “As the provision of telecommunications tower infrastructure for 13 years, Mitratel has more than 28 thousand towers, with an experienced management team and good track record in delivering cyclical growth of the industry in Indonesia.
Going forward, Mitratel has good growth potential along with developments technology especially with the presence of 5G which makes the operator’s need for towers telecommunications is increasing. Hopefully this step will strengthen Mitratel’s steps to become a player the largest independent telecommunications tower not only in Indonesia but also in Southeast Asia,” added Ririek.
Mitratel has a wide range of services and a strong telecommunications business ecosystem complete. The company has also aggressively expanded its business, one of which is through the TelkomGroup fiber optic solution, which is not owned by the tower company other telecommunications. With such an adequate fiber optic network, Mitratel is expected to take a role in supporting the optimization of digital economic progress in Industry 4.0, along with the 5G network and economic equity.
Meanwhile, the Managing Director of Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko said that today is a historic day for Mitratel, who is just a few steps away from making dreams come true to become a public company. “Through this IPO, it is hoped that it will increase attention” regional and international investors towards Mitratel, and of course inviting the public broadly to be part of the success of building a better Indonesia through digitization,” he said.
Currently, Mitratel has an attractive and robust business model with revenue visibility high, because it is supported by high quality customers. Evidently, the Company has Attractive financial profile with ever-increasing margins, strong cash flow capabilities strong, as well as a leading financial position in the telecommunications tower industry.
Going forward, Mitratel plans for a long-term expansion into the Southeast Asian market and Asia Pacific. “In line with the vision to be the best leader and provider in providing telecommunications infrastructure in Southeast Asia, Mitratel is also preparing a strategy for long-term expansion in Southeast Asia and Asia Pacific. We will continue providing infrastructure solution services with excellent quality and competitive prices, in order to provide high value for investors,” concluded Teddy.
Mitratel Raih Apresiasi TJSL & CSR Award 2021
Jakarta, 14 Oktober 2021. Dengan tema “Kontribusi BUMN dalam mendukung Pencapaian SDG’s Berbasis ISO 26000”, event perdana yang diselenggarakan oleh BUMN Track didukung oleh Indonesia Shared Value Institute (ISVI) ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi BUMN dan Anak Perusahaan BUMN yang telah menjalankan program TJSL & CSR yang berpedoman pada Permen BUMN PER-05/MBU/04/2021 tentang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) BUMN.
Merujuk pada Permen tersebut, kategori penilaian TJSL & CSR Award 2021 terdiri dari empat pilar SDG’s, yakni Pilar Sosial, Ekonomi, Lingkungan, Hukum dan Tata Kelola, serta memberikan nilai tambah (Creating Shared Value) bagi perusahaan. Selain itu, terdapat enam aspek pendukung, yaitu terkait kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, keberlanjutan serta dokumen pelengkap. Nilai tambah dalam penilaian diberikan kepada perusahaan yang telah mengukur tingkat efektivitas program TJSL menggunakan parameter Social Return on Investment (SROI).
Bertempat di JW Mariot Hotel Jakarta, penganugerahan TJSL & CSR Award berlangsung semarak dan hikmat, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di masa pandemi Covid-19.
Ketua Dewan Juri TJSL & CSR Award 2021 Thendri Supriatno mengatakan, Permen PER-05/MBU/04/2021 mengarahkan agar program TJSL BUMN mendukung core business perusahaan. “Semangat yang diusung pada creating share value (CSV) sudah diadopsi oleh Permen BUMN PER-05/MBU/04/2021. Diantaranya, pelaksanaan TJSL harus terkait dan mendukung core business BUMN sehingga menciptakan nilai tambah bagi perusahaan,” jelas Thendri yang juga merupakan Founder & Chairman Indonesia Shared Value Institute (ISVI) dan Founder & Chairman Indonesia Corporate Forum For CSR Development (CFCD).
Menurutnya, TJSL & CSR Award 2021 tidak sekadar ajang penghargaan melainkan menjadi sarana pembelajaran bersama bagi para peserta untuk meningkatkan kualitas program TJSL dalam mendukung bisnis yang berkelanjutan. “Selain menilai, kami memberikan rekomendasi kepada para peserta sebagai acuan untuk melaksanakan program yang lebih terukur, berdampak dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo yang juga merupakan Ketua Komite Penilai Kehormatan TJSL&CSR Award 2021 menyampaikan apresiasi kepada Kementerian BUMN yang telah menempatkan posisi BUMN sebagai bagian dari warga dunia dalam upaya mencapai tujuan pembanguan berkelanjutan melalui implementasi program TJSL dan CSR.
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini berharap agar TJSL & CSR Award 2021 menjadi momentum penting untuk menggugah kembali solidaritas dan kepedulian para pelaku usaha terhadap kondisi lingkungan sosial. “Penting pula kita sadari bahwa fungsi BUMN tidak hanya semata-mata sebagai agent of value creator yang memberikan kontribusi keuntungan, melainkan juga sebagai agent of development yang dituntut untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional. Dalam menjalankan fungsinya sebagai generator aktivitas perekonomian, BUMN tidak boleh melupakan kontribusinya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ajang TJSL & CSR Award 2021 pada tahun perdana ini diikuti oleh 71 perusahaan BUMN dan Anak Perusahaan BUMN. Sebanyak 40 perusahaan lolos seleksi penjurian tahap II yang dilanjutkan dengan proses presentasi dan wawancara pendalaman materi di hadapan dewan juri secara virtual, yang berlangsung selama tiga pekan.
Peserta TJSL&CSR Award 2021 terbagi atas tiga kategori, yakni Perusahaan BUMN, Anak Perusahaan BUMN serta BUMN dan Anak Perusahahaan BUMN Tbk. Capaian masing-masing perusahaan terdiri dari tiga peringkat, yaitu peringkat bintang lima, bintang empat dan bintang tiga.
Didukung oleh para dewan juri yang terdiri dari para pakar profesional bidang CSR, praktisi, akademisi, dan media yang kredibel, menjadikan ajang TJSL & CSR Award 2021 memiliki bobot dan integritas yang teruji.
Beberapa nama besar perusahaan yang muncul sebagai pemenang diantaranya PT Bank BRI, PT Bank BTN, PT PLN, PT Wijaya Karya, PT Pelabuhan Indonesia PT Semen Gresik, PT Bukit Asam, PT Kimia Farma, PT Telkomsel dan PT Mitratel. Selain itu, puluhan perusahaan terbaik lainnya juga mendapatkan penghargaan pada ajang bergengsi ini.
Mitratel Receives TJSL & CSR Award 2021
Jakarta, 14 October 2021 – With the theme “BUMN Contribution in Supporting the Achievement of SDG’s Based on ISO 26000”, this inaugural event organized by BUMN Track supported by the Indonesia Shared Value Institute (ISVI) is the highest form of appreciation for BUMN and BUMN Subsidiaries who have implemented TJISL & CSR program which is guided by BUMN Ministerial Regulation PER-05/MBU/04/2021 concerning BUMN Environmental Social Responsibility (TISL).
Referring to the Ministerial Regulation, the 2021 TISL & CSR Award assessment category consists of four SDG pillars, namely Social, Economic, Environmental, Legal and Governance pillars, as well as providing added value (Creating Shared Value) for companies. Apart from that, there are six supporting aspects, namely policy, planning, implementation, monitoring and evaluation, sustainability and complementary documents. Added value in the assessment is given to companies that have measured the level of effectiveness of the TISL program using the Social Return on Investment (SROI) parameters. Taking place at the JW Mariot Hotel Jakarta, the presentation of the TISL & CSR Award took place in a lively and solemn manner, by strictly implementing health protocols during the Covid-19 pandemic. Chairman of the 2021 TISL & CSR Award Jury Thendri Supriatno said, Ministerial Regulation PER05/MBU/04/2021 directs the BUMN TJISL program to support the company’s core business. “The spirit promoted in creating shared value (CSV) has been adopted by the Minister of State-Owned Enterprises Regulation PER-05/MBU/04/2021. “Among other things, the implementation of TJISL must be related to and support BUMN’s core business so as to create added value for the company,” explained Thendri, who is also the Founder & Chairman of the Indonesia Shared Value Institute (ISVI) and Founder & Chairman of the Indonesia Corporate Forum For CSR Development (CFCD). According to him, the 2021 TISL & CSR Award is not just an awards event but is a means of joint learning for participants to improve the quality of the TJSL program in supporting sustainable business. “Apart from assessing, we provide recommendations to the participants as a reference for implementing programs that are more measurable, impactful and sustainable,” he said. Meanwhile, Chairman of the People’s Consultative Assembly of the Republic of Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo, who is also Chairman of the 2021 TISL & CSR Award Honorary Assessment Committee, expressed his appreciation to the Ministry of BUMN for positioning BUMN as part of world citizens to achieve sustainable development goals through implementation. TISL and CSR programs. The man who is familiarly called Bamsoet hopes that the 2021 TISL & CSR Award will be an important momentum to revive solidarity and concern among business actors towards the condition of the social environment. “It is also important for us to realize that the function of BUMN is not only as agents of value creators who contribute profits, but also as agents of development who are required to contribute to national development. “In carrying out its function as a generator of economic activity, BUMN must not forget its contribution to realizing community welfare,” he said. In this inaugural year, the TISL & CSR Award 2021 event was attended by 71 state-owned companies and state-owned subsidiaries. A total of 40 companies passed the second stage of the judging selection, which was followed by a presentation process and in-depth material interviews before a virtual panel of judges, which lasted for three weeks. TISL & CSR Award 2021 participants are divided into three categories, namely BUMN Companies, BUMN Subsidiaries and BUMN and BUMN Subsidiaries Tbk. The achievements of each company consist of three ratings, namely five-star, four star and three star ratings. Supported by a jury consisting of professional experts in the field of CSR, practitioners, academics and credible media, the TISL & CSR Award 2021 event has proven weight and integrity. Some of the big-name companies that emerged as winners include PT Bank BRI, PT Bank BTN, PT PLN, PT Wijaya Karya, PT Pelabuhan Indonesia PT Semen Gresik, PT Bukit Asam, PT Kimia Farma, PT Telkomsel and PT Mitratel. Apart from that, dozens of other best companies also received awards at this prestigious event.Mitratel Raih Penghargaan TOP Digital Corporate Brand Award 2021
Jakarta, 29 September 2021. PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) meraih prestasi sebagai TOP Digital Corporate Brand Award 2021, Special Achievement for Subsidiary BUMN yang diberikan oleh Suara Pemerintah ID bekerja sama dengan lembaga penilai independen TRAS N CO dan diterima langsung oleh Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko melalui media video conference.
TOP Digital Corporate Brand Award 2021, Special Achievement for Subsidiary BUMN merupakan sebuah penghargaan bergengsi bagi anak usaha BUMN di Indonesia yang telah sukses meningkatkan aktivitas corporate brand di ranah digital, sehingga unggul dibanding perusahaan lainnya.
Penggagas TOP Digital Corporate Brand Award 2021 Tri Raharjo mengatakan ajang penghargaan ini bertujuan memberi apresiasi kepada anak perusahaan BUMN atas kinerja dan pencapaian aktivitas corporate brand dalam teknologi digital terutama selama masa pandemi Covid-19.
Lebih lanjut, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menilai penghargaan ini merupakan hasil karya dan kinerja seluruh pegawai Mitratel, yang telah giat bekerja dan memberikan yang terbaik untuk kinerja perusahaan.
“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan melalui penghargaan ini, tentunya ini semakin memacu semangat dan motivasi seluruh karyawan Mitratel untuk meningkatkan kompetensi menjadi perusahaan berbasis digital di masa yang akan datang,” jelas Theodorus Ardi Hartoko Direktur Utama Mitratel.
TOP Digital Corporate Brand Award 2021, Special for Subsidiary BUMN diberikan kepada anak perusahaan BUMN berdasarkan hasil riset TOP DIGITAL CORPORATE BRAND Index, yaitu riset digital untuk mengukur kesuksesan perusahaan dalam melakukan digital branding, melalui Search Engine Based, Social Media Based, dan Website Based.








