Kembangkan Tower Non Baja, Mitratel Raih Penghargaan GFRP
JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) berhasil meraih penghargaan kategori Produk dan Model Bisnis untuk Inovasi Tower Non Baja GFRP pada hari Selasa, 10 Desember 2024. Perusahaan dan emiten pemenang dari penghargaan ini dianggap berhasil melakukan inovasi berkelanjutan yang bermanfaat bagi semua pihak
Inovasi Tower Non Baja GFRP merupakan wujud komitmen Mitratel dalam mendorong implementasi ESG melalui operasional bisnisnya. Salah satu strateginya adalah dengan memperbanyak jumlah menara yang menggunakan material ramah lingkungan demi menekan kadar gas rumah kaca atau emisi karbon.
Komitmen emisi nol bersih merupakan bagian terpenting dari Deklarasi Bali yang disepakati pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Pulau Dewata, tahun 2022 silam. Setiap negara menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan menyusun peta jalan (roadmap) dengan target yang terukur. Indonesia menaikkan target pengurangan emisi menjadi 31,89% di tahun 2030 mendatang.
Sejak Deklarasi Bali, pemerintah bersama korporasi menempuh berbagai cara untuk menunjukkan komitmen terhadap agenda ekonomi berkelanjutan berbasis lingkungan. Mulai dari memperbaiki proses produksi, penggunaan bahan baku ramah lingkungan, mengurangi pemakaian energi fosil hingga mengganti kendaraan operasional dari bensin ke listrik.
Mitratel memilih fokus pada menara ramah lingkungan karena dapat menurunkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah signifikan secara cepat. Selain itu, menara adalah aset utama perusahaan sekaligus alat produksi terpenting dalam mendatangkan revenue. Apabila penggunaan menara ramah lingkungan (green tower) berhasil ditingkatkan, Mitratel bukan hanya lebih cepat mencapai emisi nol bersih, juga menjadi perusahaan terdepan dalam menerapkan prinsip ESG berstandar tinggi.
Menara model baru ini menggunakan glass fiber reinforced polymer (GFRP) sebagai pengganti besi dan baja untuk konstruksi. GFRP adalah bahan komposit yang terdiri dari serat gelas dan resin. Menara berbahan baku GFRP sudah teruji mampu menggendong antenna dan perangkat telekomunikasi lainnya.
Material GFRP bukan berasal dari besi dan baja sehingga tidak butuh energi fosil sebagai alat pembakaran/peleburan. Material GFRP dihasilkan dari Senyawa Concentrate GFRP dengan Resin (biasa disebut perekat). Menara berbahan baku GFRP memiliki bobot 60% lebih ringan dibandingkan bobot menara dari besi baja.
Bobot menara yang ringan akan berdampak juga terhadap kebutuhan konsumsi BBM dan penggunaan energi listrik pada saat operasional pembangunan menara. “Biaya perawatannya juga rendah dan dapat diperbaiki dengan mudah karena tidak ada sambungan permanen. Jadi selain lebih ramah lingkungan, juga lebih murah biayanya,” kata Agus Winarno, Direktur Bisnis Mitratel.
Mitratel sudah menguji kualitas menara berbahan GFRP sejak Juli 2023. Yayasan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri – Institut Teknologi Bandung (Yayasan LAPI ITB) dalam laporan risetnya pada tanggal 4 Maret 2024 menyatakan bahwa menara GFRP telah memenuhi syarat material.
Dengan menerapkan GFRP di satu menara rooftop, Mitratel dapat mengurangi penggunaan baja sebesar 1.748 Kg atau setara dengan pengurangan karbon sebesar 3,2338 ton CO2. Angka ini mengacu pada angka jejak karbon rata rata tertimbang menurut McKinsey dan Asosiasi Baja Dunia.
Dengan asumsi terdapat 265 menara Mitratel yang menggunakan GFRP, maka total pengurangan karbon (carbon reduction) mencapai 856,96 ton CO2 sehingga Mitratel dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon nasional sebesar 0,00036%. “Kedepannya, kami telah menyusun strategi terkait implementasi penggunaan GFRP, diantaranya menjalin kolaborasi dengan mitra strategis, mendorong implementasi 5G, meningkatkan kerjasama dengan pabrikan, dan memperbanyak menara-menara yang menggunakan bahan ramah lingkungan.” kata Agus Winarno.
Mitratel Achieves ISO 37001:2016 Certification, Strengthening Commitment to Anti-Corruption and Governance with Integrity
Jakarta, 16 December 2024 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), as the #1 Digital InfraCo Market Leader in Asia-Pacific, continues to show real commitment to realizing a clean, transparent and integrity business. This step was realized through the Anti-Corruption Commitment Declaration and the acquisition of ISO 37001:2016 certification – Anti-Bribery Management System, as concrete evidence of Mitratel’s commitment to fighting corruption.
ISO 37001:2016 is an international standard designed to prevent, detect and respond to acts of bribery in the public, private and non-profit sectors. In the audit process involving independent auditors, Mitratel succeeded in fulfilling all requirements through two audit stages, namely Document Review and Initial Assessment.
Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) as President Director of Mitratel stated, “This achievement is not just certification, but our strategic step in building a structured, credible and sustainable anti-corruption culture. With ISO 37001:2016, we ensure that all company operational processes have effective bribery risk control.”
More than that, ISO 37001:2016 certification provides a number of benefits for Mitratel, including:
1. Prevent and detect potential bribery practices,
2. Provide minimum anti-bribery management system guidelines,
3. Building guarantees to management, employees, investors and customers that Mitratel applies the principles of clean governance and integrity.
Anti-Corruption and Governance Commitment
Mitratel as a digital telecommunications infrastructure company which has more than 39,000 towers and more than 39,000 KM of fiber optic as of the end of September 2024, ensures that anti-corruption practices are the foundation in serving customers and business partners. This was reflected in the signing of the Anti-Corruption Commitment Declaration, which was held to coincide with World Anti-Corruption Day (HAKORDIA) on December 9 2024.
As a consolidator and catalyst for the telecommunications industry in Indonesia, Mitratel continues to focus on continuous improvement through international management certification.
“Committed to supporting the Indonesian government’s plan to provide equal access to high-quality telecommunications for all communities, Mitratel is the main driver of technology inclusion to all corners of the country. “For this reason, this certification will further strengthen our position as a telecommunications infrastructure company that is trusted and has integrity,” added Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) as President Director of Mitratel.
Mitratel Raih Sertifikasi ISO 37001:2016, Perkuat Komitmen Anti Korupsi dan Tata Kelola Berintegritas
Jakarta, 16 Desember 2024 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), sebagai Market Leader Digital InfraCo #1 di Asia-Pacific, terus menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan bisnis yang bersih, transparan, dan berintegritas. Langkah ini diwujudkan melalui Deklarasi Komitmen Anti Korupsi serta perolehan sertifikasi ISO 37001:2016 – Sistem Manajemen Anti Penyuapan, sebagai bukti konkret komitmen Mitratel dalam melawan korupsi.
ISO 37001:2016 merupakan standar internasional yang dirancang untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons tindakan penyuapan di sektor publik, swasta, dan organisasi nirlaba. Dalam proses audit yang melibatkan auditor independen, Mitratel berhasil memenuhi seluruh persyaratan melalui dua tahap audit, yakni Document Review dan Initial Assessment.
Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) as President Director of Mitratel stated, “This achievement is not just certification, but our strategic step in building a structured, credible and sustainable anti-corruption culture. With ISO 37001:2016, we ensure that all company operational processes have effective bribery risk control.”
Lebih dari itu, sertifikasi ISO 37001:2016 memberikan sejumlah manfaat bagi Mitratel, di antaranya:
1. Mencegah dan mendeteksi potensi praktik penyuapan,
2. Memberikan panduan minimum sistem manajemen antipenyuapan,
3. Membangun jaminan kepada manajemen, karyawan, investor, dan pelanggan bahwa Mitratel menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang bersih dan berintegritas.
Komitmen Anti Korupsi dan Tata Kelola
Mitratel sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi digital yang memiliki lebih dari 39.000 menara dan lebih dari 39.000 KM fiber optic per akhir September 2024, memastikan bahwa praktik anti korupsi menjadi fondasi dalam melayani pelanggan dan mitra bisnis. Hal ini tercermin pada saat penandatanganan Deklarasi Komitmen Anti Korupsi, yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) pada 9 Desember 2024.
Sebagai konsolidator dan katalisator industri telekomunikasi di Indonesia, Mitratel terus berfokus pada perbaikan berkelanjutan melalui sertifikasi manajemen internasional.
“Berkomitmen mendukung rencana pemerintah Indonesia untuk memberikan akses yang merata terhadap telekomunikasi berkualitas tinggi bagi seluruh masyarakat, Mitratel menjadi penggerak utama inklusi teknologi hingga ke pelosok negeri. Untuk itu, sertifikasi ini akan semakin memperkuat posisi kami sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang terpercaya dan berintegritas,” tambah Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) selaku Direktur Utama Mitratel.
Mitratel Posts Net Profit of IDR 1.53 Trillion, Grows 7.1%
JAKARTA – Facing challenges and competition in the service industry telecommunications, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) continues to push healthy and sustainable performance growth by strengthening fundamentals and improve efficiency. The company is also adapting various latest technological developments to answer market needs.
Performance growth is reflected in the achievements in the third quarter of 2024. Company posted revenue of IDR 6.82 trillion, growing 8.7% in comparison the same period last year (year on year/yoy).
The company’s revenue growth was driven by equipment improvements production, especially in tower rental business revenue, grew 8.5% compared to the same period last year. Fiber optic business recorded revenue growth of 89.5% over the same time period.
The Company continues to accelerate the growth of this business segment, both organically and inorganic by carrying out a series of asset acquisitions. By Slowly, the fiber optic business has become a new source of income promising.
“Even though it only contributes 4% of total revenue, the fiber optic business continues shows encouraging development. We are focused on the future develop this business, in addition to continuing to increase market share in the business towers and spur the application of cutting-edge technology across all business lines,” said Mitratel President Director Theodorus Ardi Hartoko, familiarly known as Teddy.
Revenue growth is in line with improved operational performance which can be seen in the increase in the number of towers, fiber optics, collocation and tenant (tenant). The tenancy ratio figure also improved to 1.51x if compared to last year in the same period of 1.50x. This matter shows the company is able to optimize assets and is successful balancing expansion needs with the number of tenants.
Mitratel has 39,259 towers as of the third quarter of 2024, an increase of 5.8% annual. Meanwhile fiber optic assets reached 39,714 km, or 36.7% more longer than last year. As assets grow, so does the number of tenants also increased 6.7% to 59,431 tenants and colocation also rose 8.4%.
“This data shows the investment we have made over several years then, especially in areas outside Java, it continues to produce positive results. We ready to become a strategic partner for the telecommunications operator industry, both in carry out consolidation or expansion to a number of central areas new growth,” said Teddy.
Teddy explained the number of Mitratel towers spread across Java reaching 16,113 units as of the end of September 2024, or accounting for 41% of total. Meanwhile, the remaining 11,337 towers are located in Sumatra (28.9%), Sulawesi with 3,648 towers (9.3%), Kalimantan with 3,772 towers (9.6%), Bali Nusa Tenggara (Bali Nusra) with 2,657 towers (6.8%), Maluku and Papua as many as 1,732 towers (4.4%). In total, the asset portion towers outside Java reached 59%.
“In the midst of the telco operator industry consolidation trend and expansion agenda them to a number of areas that are developing digital infrastructure what we have now is an advantage in itself. You could say, this This is a blessing from our consistency in carrying out government assignments to ensure equal distribution of telecommunications access throughout the country since several years ago,” said Teddy.
Apart from spurring asset growth and adding new tenants, the company also continue to improve efficiency in all business processes by optimize the use of digital technology. Among other things, implementation OneFlux application that simplifies internal processes at once maximize service to customers.
Digitalization applied in various lines, especially marketing, makes it easier for tenants to rent towers and fiber that suits your needs.
The ability to balance costs and revenues has an impact increased EBITDA by 12.1% to IDR 5.67 trillion, so EBITDA Margin was recorded at 83.1%. After deducting taxes, interest charges, fees depreciation and amortization, the company posted a net profit of IDR 1.532 trillion as of the end of September 2024, growing 7.1%. This net profit is obtained reflecting a margin level of 22.5%.
Mitratel Cetak Laba Bersih Rp1,53 Triliun, Tumbuh 7,1%
JAKARTA – Menghadapi tantangan dan persaingan di industri jasa telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) terus memacu pertumbuhan kinerja yang sehat dan berkelanjutan dengan memperkuat fundamental serta meningkatkan efisiensi. Perseroan juga beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi terbaru untuk menjawab kebutuhan pasar.
Pertumbuhan kinerja tercermin dari pencapaian kuartal III-2024. Perseroan membukukan pendapatan Rp6,82 triliun, tumbuh 8,7% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
Pertumbuhan pendapatan perusahaan didorong oleh adanya peningkatan alat produksi terutama pada pendapatan bisnis penyewaan menara, tumbuh 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bisnis fiber optik membukukan pertumbuhan pendapatan 89,5% pada kurun waktu yang sama.
Perseroan terus memacu pertumbuhan segmen bisnis ini, baik secara organik maupun anorganik dengan melakukan serangkaian akuisisi aset. Secara perlahan, bisnis fiber optik telah menjadi sumber pendapatan baru yang menjanjikan.
“Meski baru berkontribusi 4% dari total pendapatan, bisnis fiber optik terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Ke depan kami fokus mengembangkan bisnis ini, selain tetap meningkatkan market share di bisnis menara dan memacu penerapan teknologi mutakhir di seluruh lini bisnis,” kata Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, akrab disapa Teddy.
Pertumbuhan pendapatan sejalan dengan peningkatan kinerja operasional yang terlihat pada peningkatan jumlah menara, fiber optik, kolokasi dan penyewa (tenant). Angka tenancy ratio pun ikut membaik menjadi 1,51x jika dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama sebesar 1,50x. Hal ini menunjukkan perseroan mampu mengoptimalkan aset dan berhasil menyeimbangkan antara kebutuhan ekspansi dengan jumlah penyewa.
Mitratel memiliki 39.259 menara per kuartal III-2024, bertambah 5,8% secara tahunan. Sementara aset fiber optik mencapai 39.714 km, atau 36,7% lebih panjang dibandingkan tahun lalu. Seiring pertumbuhan aset, jumlah penyewa pun meningkat 6,7% menjadi 59.431 tenant dan kolokasi juga naik 8,4%.
“Data ini menunjukkan investasi yang kami tanamkan sejak beberapa tahun lalu, terutama di daerah luar Pulau Jawa, terus membuahkan hasil positif. Kami siap menjadi mitra strategis industri operator telekomunikasi, baik dalam melakukan konsolidasi ataupun ekspansi ke sejumlah daerah pusat pertumbuhan baru,” kata Teddy.
Teddy memaparkan, jumlah menara Mitratel yang tersebar di Pulau Jawa mencapai 16.113 unit per akhir September 2024, atau menyumbang 41% dari total. Sedangkan sisanya berlokasi di Sumatera sebanyak 11.337 menara (28,9%), Sulawesi sebanyak 3.648 menara (9,3%), Kalimantan sebanyak 3.772 menara (9,6%), Bali Nusa Tenggara (Bali Nusra) sebanyak 2.657 menara (6,8%), Maluku dan Papua sebanyak 1.732 menara (4,4%). Jika ditotal, porsi aset menara di luar Jawa mencapai 59%.
“Di tengah tren konsolidasi industri operator telko dan agenda ekspansi mereka ke sejumlah daerah yang sedang berkembang, infrastruktur digital yang kami miliki saat ini menjadi keunggulan tersendiri. Bisa dibilang, ini merupakan berkah dari konsistensi kami menjalankan penugasan pemerintah untuk melakukan pemerataan akses telekomunikasi di penjuru negeri semenjak beberapa tahun lalu,” kata Teddy.
Selain memacu pertumbuhan aset dan menambah tenant baru, perseroan juga terus meningkatkan efisiensi di seluruh proses bisnis dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital. Antara lain implementasi aplikasi OneFlux yang menyederhanakan proses di internal sekaligus memaksimalkan pelayanan ke pelanggan.
Digitalisasi yang diterapkan di berbagai lini, terutama pemasaran, memudahkan para penyewa dalam melakukan penyewaan menara dan fiber yang sesuai dengan kebutuhan.
Kemampuan menyeimbangkan biaya dan pendapatan berdampak pada peningkatan EBITDA sebesar 12,1% menjadi Rp5,67 triliun, sehingga EBITDA Margin tercatat 83,1%. Setelah dikurangi pajak, beban bunga, biaya depresiasi dan amortisasi, perseroan membukukan laba bersih Rp1,532 triliun per akhir September 2024, tumbuh 7,1%. Perolehan laba bersih ini mencerminkan tingkat margin sebesar 22,5%.
Excellent! Having superior governance, MTEL wins the 2024 GCG Awards
JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk or Mitratel (MTEL) succeeded in winning the Excellence Sustainability Governance Performance category at the 2024 GCG Awards Anugerah night, Tuesday (15/10).
This category appreciates companies that implement good corporate governance with a focus on sustainability, transparency and human resource management. Winning companies are deemed to have a high commitment to sustainability practices and support employee engagement through social and community initiatives.
The award was given by the Attorney General of the Republic of Indonesia St. Burhanuddin. This law enforcement agency is an active partner of the organizers in conducting assessments and judging.
Mitratel President Director Theodorus Ardi Hartoko said this award was not just recognition of the company’s efforts in implementing GCG principles, it was also a reflection of the entire team’s shared commitment to implementing good and transparent governance. “This award will further motivate us to continue to improve our performance and commitment to GCG principles,” said Teddy.
For your information, the 2024 GCG Awards are the result of collaboration between CNBC Indonesia and the Attorney General’s Office with the theme “Advancing Sustainability, Transforming Indonesia” which reflects the country’s unwavering commitment and the business world to sustainable development.
This awards event also highlights the dedication of business actors in developing the business landscape and growing public trust in good corporate governance to drive positive change.
The 2024 GCG Awards also serve as a source of inspiration by showcasing the transformative power of sustainable business practices and business leaders’ unwavering commitment to a greener and more prosperous future.
The awards aspire to inspire a new generation of leaders and innovators, empowering them to adopt sustainable practices and contribute to a brighter, more sustainable future.
By recognizing and celebrating excellence in corporate governance and sustainable practices, the awards aim to inspire, motivate and empower individuals and organizations to shape a more sustainable and prosperous future for all of Indonesia.
Mantap! Punya Tata Kelola Unggul, MTEL Raih Anugerah GCG Awards 2024
JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) berhasil meraih penghargaan kategori Excellence Sustainability Governance Performance di malam Anugerah GCG Awards 2024, Selasa (15/10).
Kategori ini mengapresiasi perusahaan yang menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dengan fokus pada keberlanjutan, transparansi dan pengelolaan sumber daya manusia. Perusahaan pemenang dianggap memiliki komitmen tinggi terhadap praktik keberlanjutan serta mendukung keterikatan karyawan melalui inisiatif sosial dan komunitas.
Penghargaan diberikan oleh Jaksa Agung Republik Indonesia St Burhanuddin. Lembaga penegak hukum ini merupakan partner aktif pihak penyelenggara dalam melakukan penilaian dan penjurian.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan penghargaan ini bukan hanya sekedar pengakuan atas upaya perseroan dalam menerapkan prinsip GCG, juga merupakan refleksi dari komitmen bersama seluruh tim untuk menjalankan tata kelola yang baik dan transparan. “Penghargaan ini akan semakin memotivasi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan komitmen terhadap prinsip prinsip GCG,” kata Teddy.
Sekadar informasi Anugerah GCG Awards 2024 merupakan hasil kolaborasi antara CNBC Indonesia dengan Kejaksaan Agung dengan mengangkat tema “Advancing Sustainability, Transforming Indonesia” yang mencerminkan komitmen tak tergoyahkan negara bersama dunia usaha terhadap pembangunan berkelanjutan.
Acara penghargaan ini juga menyoroti dedikasi para pelaku usaha dalam mengembangkan lanskap bisnis dan menumbuhkan kepercayaan publik pada tata kelola perusahaan yang baik untuk mendorong perubahan positif.
Anugerah GCG Awards 2024 juga berfungsi sebagai sumber inspirasi dengan menampilkan kekuatan transformatif dari praktik bisnis berkelanjutan dan komitmen teguh para pemimpin bisnis untuk masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.
Penghargaan ini bercita-cita menginspirasi generasi baru pemimpin dan inovator, memberdayakan mereka untuk menerapkan praktik berkelanjutan dan berkontribusi pada masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.
Dengan mengakui dan merayakan keunggulan dalam tata kelola perusahaan dan praktik berkelanjutan, penghargaan ini bertujuan untuk menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan individu dan organisasi untuk membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan sejahtera bagi seluruh Indonesia.
Mitratel Launches Moves, Move and Give Alms
JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) launched a sports movement while donating called Mitratel MOVES “Make you Move, Life is More Meaningful”. The launch was held at Gelora Bung Karno Jakarta, led by Theodorus Ardi Hartoko (Teddy), Main Director of Mitratel and attended by all Mitratel employees in Jakarta as well as representatives from all Area Offices.
This movement is designed to encourage all Mitratel employees to be more active in exercising. More than just promoting a healthy lifestyle, the Company will budget a donation of 1 (one) rupiah for every 1 (one) employee step recorded in MOVES. Donations resulting from the conversion to rupiah will be channeled to support programs in the fields of environmental conservation, educational development and health improvement.
MOVES was born as a form of solution and healthy living campaign from Mitratel management regarding the fact that Indonesia is the country with the lowest average number of people walking in the world according to research conducted by researchers at Stanford University in the Nature Science journal.
“This movement, which has the theme MOVES ‘Make You Move, Make Life More Meaningful’, not only motivates employees to exercise, but also involves workers in donating. “Our employees not only live healthy and strong lives but are also happy in the afterlife,” said Teddy.
Teddy added, apart from the social impact in the form of donations, MOVES also has an impact on reducing carbon emissions because this movement also motivates employees to go to and from work using public transport while walking to the bus stop or train station.
On the company side, it is hoped that there will be an increase in productivity. Apart from that, by exercising diligently, employees will be healthier and fitter so that the health budget can be used more optimally and under control. Mitratel is a pleasant place to work because it provides space for its workers to implement the principle of work-life balance with high social awareness.
On the same occasion, Chef and healthy living activist Martin Praja emphasized the importance of staying active and shared tips for people who are just starting to live a more active life. “Walking is a very easy exercise, but it has many benefits, it helps maintain body weight, increases muscle strength and maintains heart health. To be motivated and consistently stay active, set a daily step target, for example 10,000 steps a day. So, the launch of the MOVES application is certainly very good news, because it will make it much easier for friends to monitor daily targets. Moreover, there is a commitment from Mitratel to donate the funds collected from each step, this will definitely make you even more enthusiastic!” concluded Martin.
Before being officially launched, this movement had been tested since August 2024. Employees were very enthusiastic because they had a high sense of connection and pride. In principle, the more often you exercise, the greater the donation value.
“MOVES is an application developed to monitor the achievement of the number of steps that can be accessed by all employees. There is various information in it, including individual achievements, units and standings features. All people and units will compete to be the best. “This is what we call competing in virtue with a health bonus,” said Teddy.
Mitratel Meluncurkan Moves, Bergerak dan Bersedekah
JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) meluncurkan gerakan olahraga sambil berdonasi bernama Mitratel MOVES “Bikin Bergerak, Hidup Lebih Berarti”. Peluncuran dilaksanakan di Gelora Bung Karno Jakarta, dipimpin oleh Theodorus Ardi Hartoko (Teddy), Direktur Utama Mitratel dan dihadiri seluruh karyawan Mitratel yang ada di Jakarta serta perwakilan dari seluruh Kantor Area.
Gerakan ini dirancang untuk mengajak seluruh karyawan Mitratel, agar lebih aktif dalam berolahraga. Lebih dari sekedar promosi gaya hidup sehat, Perusahaan akan menganggarkan donasi sebesar 1 (satu) rupiah untuk setiap 1 (satu) langkah karyawan yang tercatat dalam MOVES. Donasi hasil konversi langkah ke rupiah tersebut akan disalurkan untuk mendukung program di bidang pelestarian lingkungan, pengembangan pendidikan, dan peningkatan kesehatan.
MOVES lahir sebagai bentuk solusi dan kampanye hidup sehat dari manajemen Mitratel terhadap fakta bahwa Indonesia menjadi negara dengan rata-rata jumlah masyarakat yang berjalan kaki terendah di dunia menurut riset yang dilakukan oleh para peneliti di Standford University dalam jurnal Sains Nature.
“Gerakan yang mengambil tema MOVES ‘Bikin Bergerak, Hidup Lebih Berarti’ ini bukan hanya memotivasi karyawan untuk berolahraga, namun juga melibatkan pekerja dalam berdonasi. Karyawan kita bukan hanya hidup sehat dan kuat tapi juga bahagia dunia akhirat,” ungkap Teddy.
Teddy menambahkan, selain social impact dalam bentuk donasi, MOVES ini juga berdampak terhadap pengurangan emisi karbon karena gerakan ini juga memotivasi karyawan berangkat dan pulang kantor menggunakan public transport sambil berjalan menuju halte atau stasiun kereta.
Di sisi perusahaan diharapkan adanya peningkatan produktivitas. Selain itu dengan rajin berolah raga tentu karyawan lebih sehat dan bugar sehingga anggaran kesehatan dapat digunakan secara lebih optimal dan terkontrol. Mitratel menjadi tempat kerja yang menyenangkan karena memberi ruang bagi para pekerjanya untuk menjalankan prinsip worklife balance dengan kepedulian sosial yang tinggi.
Dalam kesempatan yang sama, Chef sekaligus pegiat hidup sehat Martin Praja menekankan pentingnya untuk tetap aktif dan berbagi tips bagi orang yang baru mau memulai untuk hidup lebih aktif. “Berjalan kaki itu olahraga yang sangat mudah, namun manfaatnya banyak sekali, membantu menjaga berat badan, meningkatkan kekuatan otot, dan menjaga kesehatan jantung. Agar terpacu dan bisa konsisten tetap aktif, tentukan target langkah harian, misalnya 10.000 langkah sehari. Nah, diluncurkannya aplikasi MOVES ini tentunya kabar baik sekali, karena akan jauh mempermudah teman-teman untuk memantau target harian. Apalagi ada komitmen dari Mitratel untuk mendonasikan dana yang terkumpul dari setiap langkah, pasti ini membuat semakin semangat ya!” pungkas Martin.
Sebelum diluncurkan secara resmi, gerakan ini sudah diuji coba sejak bulan Agustus 2024. Karyawan sangat antusias karena memiliki rasa keterkaitan dan kebanggaan yang tinggi. Prinsipnya, semakin sering olahraga, maka semakin besar pula nilai donasinya.
“MOVES adalah aplikasi yang dikembangkan untuk monitoring pencapaian jumlah langkah kaki yang dapat diakses seluruh karyawan. Terdapat berbagai informasi di dalamnya diantaranya pencpaian individu, unit serta fitur klasemen. Semua orang dan unit akan berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Inilah yang kami sebut berlomba lomba dalam kebajikan dengan bonus kesehatan,” kata Teddy.
Prone to Drought, Mitratel Builds Clean Water Facilities in Sragen
Regent of Sragen Regency Dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati inaugurated clean water facilities and infrastructure for the people of Karanganom Village, Kec. Sukodono and Kandangsapi Village, Jenar District, Sragen Regency. This clean water facility is a form of social care (Corporate Social Responsibility) from PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). “The government, together with business actors, is […]